Semua ArtikelTips dan Trik

Gemerincing Cara Jaga Wallpaper Dinding

Source : Unsplash/Dan Gold (Menggunakan wallpaper dinding dapat mempercantik ruangan)

Apakah Sobat Ars bosan dengan warna dinding yang polos? Maka kamu bisa mengaplikasikan wallpaper dinding. Dalam Jurnal Proporsi berjudul Tactile Dikaitkan dengan Pembelian Produk (Studi Kasus Wallpaper Dinding) karya Ivo Ramadhani menyebutkan bahwa wallpaper dinding pertama kali ditemukan oleh bangsa Cina kuno sekitar abad 200 SM. Saat itu rakyat Cina kuno menemukan kertas dan digunakan untup menutupi dinding di rumah mereka dengan cara ditempelkan. Kemudian kertas itu dihias dengan panel beras dan digambar simbol-simbol agama, lanskap, dan beberapa binatang.

Pada jurnal yang sama dijelaskan juga kalau beberapa orang menganggap cat ialah pelengkap yang mononton untuk hunian lantaran hanya menggunakan satu warna dengan desain yang polos pula. Hadirnya kertas dinding dengan ragam motif dan pilihan warna menjadi suasana baru di tempat kediaman. Wallpaper dinding memiliki ragam corak serta bahan yang bagus. Selain kertas, wallpaper dinding juga dapat dibuat dari heavy duty paper, vinyl, kain, serat alami, foil, dan beludru. Kadang motif yang ditampilkan juga timbul untuk memberi kesan nyata.

Namun terkadang wallpaper dinding dengan mudah menjadi kusam. Wajah pemilik rumah pun menjadi masam karena dinding terlihat seperti mengancam untuk diganti dan terpaksa harus merogoh kocek dalam-dalam. Sobat Ars ingin memakai wallpaper dinding tapi takut harus menggantinya tiap warna menghitam? Tak perlu muram dan memikirkannya sampai berjam-jam. Arsminimalis akan memberi tips beragam untuk merawatnya agar tak cepat ‘terancam’.

Source : Unsplash/Sidekix Media (Dengan corak yang ada pada wallpaper bisa diaplikasikan pada salah satu sisi dinding kamar)

Sebenarnya cara untuk merawat dan menjaga wallpaper dinding harus dimulai dari awal saat ingin memasang. Pastikan Sobat Ars memasangnya sesuai instruksi atau mintalah bantuan para ahli. Kamu bisa meminta bantuan pada penjual wallpaper dinding karena biasanya mereka menyediakan jasa pemasangan. Sebelum dipasang, cek kondisi di bagian kamu akan menempelkan wallpaper dinding. Jangan sampai meletakkan di dinding yang lembap.

Baca juga :  Furnitur Tepat untuk Rumah yang Mantap

Jangan lupa juga untuk memastikan keadaan permukaan dinding. Permukaannya harus halus dan rata agar lem dapat menempel dengan rekat. Pengeleman harus merata dan tidak boleh tersisa celah. Sobat Ars tidak mau ‘kan ada bagian yang menggelembung di tengah-tengah? Dengan memberi lem secara teliti dan merata dapat membuat wallpaper bertahan hingga puluhan tahun.

Source : modernize (Wallpapaer dinding harus dilem secara merata agar tak mudah lepas)

Dinding bukan satu-satunya yang harus Sobat Ars perhatikan sebelum memasang wallpaper. Sadarkah kamu kalau terkadang atap juga merembeskan air ke bagian dalam rumah? Wallpaper dinding kerap kali terlepas bahkan rusak karena terkena air dari atap yang bocor. Maka pastikan kondisi atapmu baik-baik saja ya, Sobat Ars! Selain cepat terlepas, tak menutup kemungkinan wallpaper-mu akan berjamur loh.

Sebagian orang ingin menggunakan wallpaper dinding tetapi takut apabila ada yang terkena noda maka ia harus menggantinya dengan yang baru. Padahal ada cara untuk membersihkan noda itu yakni dengan perasan jeruk nipis. Campurkan air hangat dan perasan jeruk nipis lalu gosokkan pada bagian yang terkena noda menggunakan spons lembut atau tisu basah. Pastikan spons yang mau Sobat Ars pakai tidak terlalu basah ya! Setelah menggosokan tadi, diamkan sebentar lalu lap dengan kain halus yang kering. Perlu diperhatikan bahwa jangan sampai kamu memakai kain wol, pemutih, atau aseton untuk membersihkan wallpaper dinding karena dapat merusaknya. Tiga bahan itu memiliki sifat korosif yang dapat langsung menyebabkan wallpaper sobek karena kandungan zat pada bahan itu cukup keras.

Baca juga :  7 Inspirasi Pintu Garasi Rumah Minimalis yang Keren
Source : realhomes (Lap wallpaper dinding menggunakan spons atau kain yang lembap untuk membersihkan noda)

Umumnya noda berminyaklah yang dibersihkan dengan campuran air dan jeruk nipis. Selain itu, ada cairan pembersih lain yang bisa kamu buat di rumah. Jika ada coretan pulpen atau spidol pada wallpaper, Sobat Ars bisa mencampurkan tepung maizena dengan air. Air hangat dengan deterjen juga dapat membantumu untuk menghilangkan noda membandel atau yang sudah ada sejak lama. Takut jika cairan buatan sendiri berbahaya atau menghasilkan efek negatif? Tenang, sekarang kamu sudah bisa menemuka pembersih khusus wallpaper dinding di ragam toko peralatan rumah.

Apabila kamu mencari bahan wallpaper dinding yang anti lumut, maka jatuhkan pilihanmu pada bahan serat alami. Tak hanya itu, wallpaper serat alami juga mampu membunuh beberapa jenis kuman karena memiliki sifat antiseptik. Namun sayang, harganya masih terhitung mahal dan sulit dibersihkan. Wallpaper jenis ini memiliki celah yang membuat debu bersarang. Sobat Ars harus sering-sering mengelapnya dengan kain lembap agar debu tak semakin tebal. Kamu juga bisa menggunakan vacuum cleaner untuk menyedot debu-debu tersebut. Vacuum cleaner juga bisa dipakai untuk membasmi debu pada wallpaper dinding berbahan kain.

Source : Unsplash/Андрей Постовой (Ada banyak ragam motif dan corak pada wallpaper dinding yang bisa dipilih sesuai selera)

Dinding menjadi unsur yang akan mengelilingi pandanganmu sehari-hari. Jika pasai dengan warna polos cat biasa yang Sobat Ars temui, maka cobalah untuk diganti dengan wallpaper dinding yang kamu sukai. Namun perhatikan cara untuk merawatnya agar tidak cepat mengalami ‘iritasi’. Berilah apresiasi saat mengaplikasi wallpaper dinding dengan hati-hati.

 

2 pemikiran pada “Gemerincing Cara Jaga Wallpaper Dinding

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *