Semua ArtikelTips dan Trik

Bukan Hanya Perabotan, Tanaman Juga Butuh Belaian

Source : Unsplash/Prudence Earl (Beberapa tanaman yang diletakkan dalam ruangan)

Jika memiliki suatu barang, Sobat Ars harus memikirkan cara untuk merawatnya. Tak hanya dibeli lalu dipajang begitu saja. Apalagi kalau kamu sudah membaca artikel Atur Green Architecture Agar Bumi Tak Hancur, kemudian ingin merombak hunian menjadi gaya arsitektur hijau. Perubahan gaya tersebut membuat kamu harus mengurangi dan menambah isi rumah. Bertambahnya furnitur atau hiasan di hunian mengharuskan Sobat Ars untuk merawatnya juga.

Salah satu poin dalam arsitektur hijau yakni keberadaan tanaman. Tumbuhan itu bisa Sobat Ars pilih di mana mau meletakkannya. Apabila lahan hunian sempit, pilihan jauh kepada vertical garden. Bisa juga membuat taman di rumah. Jika bagian depan sempit, taman belakang juga tak masalah. Sekarang juga banyak sekali individu yang menaruh tanaman dalam ruangan. Namun usai memikirkan posisinya, Sobat Ars harus mengetahui cara menjaganya.

Beragam foto inspirasi desain interior, baik itu untuk kamar, ruang tamu, ruang tengah, atau lainnya, disisipkan tumbuhan hijau untuk menghiasi ruangan. Selain baik untuk pemandangan, tanaman juga bagus untuk kesehatan. Sirkulasi udara dalam ruangan membaik dengan adanya tanaman yang fungsinya menghasilkan oksigen. Tetapi perawatan berbeda harus diberikan pada tanaman yang Sobat Ars letakkan dalam ruangan.

Source : Unsplash/Cassidy Phillips (Siramlah tanaman agar dapat tumbuh, tetapi jangan tertalu sering)

Seperti dalam hal menyiram tanaman, tak perlu terlalu sering. Jika tanah masih lembap berarti tanaman masih dalam kondisi cukup air. Namun tanah yang terendam air terus-menerus bisa menyebabkan pembusukkan akar. Maka jangan terlalu sering atau jarang menyiram air. Selain banyaknya, waktu untuk menyiram juga penting. Siramlah tanaman dalam ruangan saat pagi hari dan sempat terserap ke seluruh bagian sebelum menguap ketika terpapar sinar matahari.

Baca juga :  Tips Ruang Terbatas Terasa Lebih Luas

Ketahuilah jenis tanaman yang Sobat Ars tanam. Tanaman berdaun lebat dan tebal membutuhkan frekuensi air lebih banyak daripada yang berjenis waxy leaf atau leathery leaf (daun yang menjaga air di permukaan agar tak hilang). Untuk mengetahui tingkat kelembapannya, kamu bisa memasukkan jari ke dalam tanah dan tahu apakah masih basah atau tidak. Agar lebih akurat, sekarang juga sudah dijual alat untuk mengukur kelembapan tanah.

Pencahayaan alami dibutuhkan oleh tanaman agar dapat tumbuh. Sekalipun Sobat Ars sudah memilih tanaman yang bisa bertahan dalam kondisi minim cahaya, setidaknya sesekali tetap harus diberi pencahayaan alami. Setidaknya dua minggu sekali bawalah tanaman dalam ruangan ke tempat yang disinari matahari. Diamkan selama satu sampai dua jam di bawah sinar matahari, lalu letakkan kembali di tempatnya semula. Meski penting untuk memberi asupan sinar matahari, tapi jangan letakkan tanamanmu di tempat yang terkena sinar matahari langsung secara terus-menerus.

Source : Unsplash/Nathan Fertig (Tanaman diletakkan didekat jendela agar dapat terkena sinar matahari)

Penting untuk memperhatikan suhu ruangan ketika menanam tanaman di dalam hunian. Setiap tanaman memerlukan takaran suhu yang beragam. Sebagian tanaman tahan terhadap kondisi ruangan kering, tetapi kebanyakan hanya dapat tumbuh di tingkat kelembapan ideal yakni pada suhu 22-25 derajat celcius.

Jangan lupa untuk memberikan nutrisi yang cukup. Meningkatkan nutrisi pada tumbuhan ialah dengan memberi pupuk. Dikarenakan yang ditanam adalah tumbuhan dalam ruangan, maka jenis nutrisinya ialah nitrogen untuk keseimbangan dan kalium sebagai penguat batangnya. Selain itu kamu bisa memakai pupuk apapun, baik itu organik maupun non-organik. Proses pemupukan ini dapat Sobat Ars lakukan dua minggu sekali.

Baca juga :  Keberadaan Tower Seluler di Dekat Rumah Hunian, Buruk untuk Kesehatan
Source : arsminimalis

Sobat Ars juga harus memangkas tanaman secara rutin. Tumbuhan yang kamu rawat akan terus tumbuh, semakin lebat dan tinggi. Maka perlu dicukur secara rutin. Selain agar terlihat lebih rapi, cabang atau daun yang terlalu banyak dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Ranting, batang, dan daun menjadi bagian yang dapat dipangkas karena pertumbuhannya dapat dikontrol. Apabila ada bagian yang kering, sebaiknya lekas dipotong agar tak menarik perhatian serangga. Sobat Ars bisa memangkas di titik tumbuhnya atau di sudut 45 derajat agar dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Memindahkan tanaman terlalu sering juga tidak baik loh, Sobat Ars! Makanya tentukan posisi yang tepat karena tumbuhan memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Untuk itu, hanya sekali dalam kurun waktu dua minggu untuk membawa tanaman ke bawah sinar matahari, jangan terlalu sering.

Source : Unsplash/Patrick Perkins (Tanaman yang tidak berbungan lebih direkomendasikan untuk ditanam dalam ruangan)

Tanaman yang ada di dalam ruangan harus tahan kekurangan pencahayaan. Maka hindari jenis tumbuhan berbunga. Tanaman berdaun konon lebih tahan berada di tempat yang kurang cahaya matahari. Sedangkan tanaman yang ada bunganya lebih cepat layu atau busuk jika kekurangan sinar matahari.

Tidak hanya perabotan, tanaman juga butuh perawatan. Kasih sayang pada tanaman dapat membuat sirkulasi udara menunjang. Jangan mengharapkan keuntungan jika tidak memberi ‘belaian’. Maka rawat tanaman hingga bermanfaat agar bisa hidup dengan sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *