Arsitektur dan BudayaSemua Artikel

Makna dan Filosofi Gapura Candi Bentar pada Rumah Adat Bali

Source : Kemendikbud.com (Gapura Candi Bentar)

Bali yang sering disebut dengan The of God seringkali menjadi jujukan para wisatawan asing mancanegara. Keindahan alam yang dimiliki pulau Bali menjadi alasan mengapa mereka senang berwisata di sana. Selain keindahan alam, Bali juga memiliki bangungan tradisional yang sangat indah dan terkenal hingga mancanegara. Gapura Candi Bentar, begitu orang-orang menyebutnya. Arsitektur dari bangunan rumah adat Bali ini mempunyai bentuk, struktur bangunan, fungsi, danĀ  ornamen yang diwariskan secara turun-temurun. Kebudayaan tersebut masih terjaga hingga saat ini. Masyarakat Bali senantiasa tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan yang dimiliki.

Saat ini sudah banyak sekali orang yang mengadopsi arsitektur dari bangunan rumah adat tradisional Bali sebagai tempat hunian mereka. Menurut sejarah, rumah adat Bali tercantum dalam kitab suci Weda. Berdasarkan kepercayaan mereka, rumah adat Bali ini terdapat unsur miniatur alam semesta yang menjadi tempat segala aktivitas manusia. Dalam hal pembangunannya rumah adat Bali memiliki aturan dan ketentuan yang harus disesuaikan. Misalnya letak bangunan, arah desain, dimensi pekarangan, konstruksi, dan juga struktur bangunannya harus mengikuti aturan yang ada.

Gapura ini bukan hanya sekedar pintu masuk biasa. Terdapat makna dan filosofi yang dipercaya hingga saat ini oleh masyarakat Bali. Gapura tersebut terdiri dari dua buah candi yang serupa, terletak di sisi kiri dan juga kanan sebagai pintu masuk ke dalam pekarangan rumah. Menariknya, gapura tersebut tidak mempunyai atap yang menjadi penghubung pada bagian atasnya, sehingga membuat kedua sisinya terpisah.

Baca juga :  Sensasi Toko Es Krim Dengan Arsituktur Penuh Memori
Source : Rumah Adat dan Pakaian Adat Tradisional (Gapura Candi Bentar)

Menurut data dari Universitas Udayana Bali, Candi Bentar ini dibuat dengan tujuan keinginan untuk menunjukkan jati diri sebagai sebuah penanda ketika akan memasuki kawasan wisata di Bali. Perwujudan pertama adalah identitas lokal yang kuat. Sebagaimana sudah sering terlihat bahwa Candi Bentar merupakan salah satu bentukan yang sangat kental kebaliannya. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya, Candi Bentar terpilih untuk lambang – lambangorganisasi di Bali.

Candi Bentar merupakan bukti bahwa persebaran budaya yang ada di Bali, hal ini dipengaruh oleh Kerajaan Majapahit. Hal ini karena Gapura Candi Bentar konon muncul pertama kali saat masa kekuasaan kerajaan terbesar di nusantara tersebut. Menariknya, Candi Bentar tidak hanya ada di bangunan ibadah umat Hindu, tetapi juga di kompleks bangunan lain, seperti Kompleks Makam Sunan Giri, Masjid Menara Kudus, ataupun Sunan Nyamplungan di Karimunjawa. Dulu, Candi Bentar yang ada di Bali hanya digunakan secara khusus untuk bangunan pura istana raja atau pura yang menjadi tempat suci bagi para penganut Agama Hindu. Penempatan Candi Bentar selalu dilakukan di area terluar yang menjadi batas antara bagian dalam bangunan dengan bagian luar.

Dikutip dari Kintamani.id, dalam setiap pendirian Candi Bentar, seorang undagi memang tidak bisa melakukannya secara sembarangan. Filosofi Asta Kosala Kosali merupakan cara masyarakat Bali dalam menjaga keseimbangan. Hal tersebut yang dimaksudkan adalah adanya keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, hubungan antar manusia, serta manusia dengan lingkungan sekitar. Saat memperhatikan desain tersebut, Sobat Ars akan menemukan keberadaan penyengker yang biasanya ditempatkan bagian dalam tembok Candi Bentar. Penyengker ini memiliki fungsi sebagai lokasi persembahan kepada Sang Hyang Widi Wasa.

Baca juga :  Mengingat Kenangan Batavia di Kota Tua

Seiring perkembangan zaman, saat ini Candi Bentar memiliki fungsi yang tidak hanya bernilai secara spiritual. Keberadaannya juga kerap dimanfaatkan oleh masyarakat Bali sebagai sarana untuk menarik wisatawan. Oleh karena itu, keberadaan candi bentar saat ini sudah sangat banyak ditemukan di berbagai lokasi, tidak hanya di area pura ataupun istana.

Source : Kintamani.id (Angkul-angkul)

Selain Candi Gapura, terdapat bangunan lain yang tak kalah penting. Antara lain adalah Angkul-Angkul. Angkul-angkul ini sebuah bangunan yang berupa pintu masuk utama dan merupakan satu-satunya pintu untuk dapat masuk kedalam rumah adat di Bali. Angkul-angkul memiliki fungsi yang hampir sama dengan Gapura Candi Bentar, yaitu sama-sama sebagai pintu masuk. Sedangkan perbedaannya adalah yakni pada bangunan angkul-angkul terdapat sebuah atap yang menjadi penghubung kedua sisi gapura ini. Atap dari bangunan angkul-angkul ini memiliki bentuk piramida dan terbuat dari rumput kering.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *