ArsitekturSemua Artikel

Dari Lahan Terbatas Jadi Minimalis dengan Compact House

Source : arsitag.com/Dendy Darman

Keterbatasan lahan dan harganya yang sangat mahal menjadi salah satu masalah dalam membangun rumah. Apalagi bagi Sobat Ars yang akan memulai hidup baru bersama pasangannya dan ingin memiliki hunian sendiri. Rumah menjadi salah satu pertimbangan disela – sela pengeluaran budget yang masih sangat membludak.

Para Arsitek dituntut untuk merancang rumah di atas lahan yang terbatas agar layak huni. Maka, konsep compact house pun menjadi solusi yang tepat bagi permasalahan ini. Compact house juga menerapkan konsep yang minimalis. Keduanya bisa menjadi satu-kesatuan.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Rahmatika Apriyanti dan M. Ridha Alhamdani mengatakan bahwa dalam compact house atau rumah kompak memiliki pintu masuk dengan karakteristik berukuran besar. Hal ini dikarenakan ingin memberikan kesan luas pada rumah. Pintu masuk ini menggunakan bentuk dasar geometri persegi.

Karakteristik yang kedua adalah dari atapnya. Atap rumah kompak pada umumnya menggunakan atap dak karena digunakan sebagai ruang terbuka. Orientasi atap mengikuti bentuk bangunan. Bentuk dasar atap dak adalah geometri persegi karena bentuk bangunan pada umumnya bebentuk persegi.

Elemen yang ketiga adalah jendela. Jendela pada rumah kompak ada yang berukuran besar dan sedang. Jendela berukuran sedang dipilih karena biasanya letak jendela yang berada di area privat. Elemen yang selanjutnya adalah dinding. Pada umumnya dipakai dinding bermaterial beton yang memiliki tampak tekstur kasar. Tapi ada juga yang menggunakan material baja.

Baca juga :  Lima Inspirasi Hunian Mini

Faktor – faktor yang mempengaruhi semua elemen fasad pada rumah kompak adalah bentuk dan konsep yang pada umumnya didesain dengan simple dan terdiri dari bentu dasar persegi. Elemen fasad juga dipengaruhi oleh letak, fungsi, dan material yang digunakan.

Dilansir dari idntimes.com, compact house  adalah rumah terpadu yang memiliki tujuan meminimalisasi ruang dengan skala prioritas. Ruangan mana yang dibutuhkan dan tidak. Compact house identik dengan warna – warna monokrom, seperti hitam, putih, dan abu – abu. Untuk menciptakan kesan luas dan lapang, compact house juga menghindari penggunaan sekat. Plafon ganda alias void sering diaplikasikan pada konsep ini. Tujuannya adalah agar sirkulasi udara berjalan dengan baik dan sinar matahari tetap masuk meski tidak menggunakan jendela. Bisa dibilang rumah dengan konsep ini sangat ramah lingkungan.

Source : harapanrakyat.com (Rumah yang identik warna monokrom dengan jendela yang besar)

Desain compact house yang paling terlihat adalah bentuk bangunannya selalu mengutamakan ketinggian. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan lahan yang dimiliki. Sehingga, akan lebih memungkinkan jika meninggikan rumah daripada melebarkannya. Penampakan dari rumah ini adalah desainnya yang sederhana dan minimalis. Perawatannya pun sangat praktis sehingga menjaga kebersihan rumah tak perlu

Rumah dengan konsep compact selalu mengedepankan fungsi bagi penghuninya. Penataan letak ruangan dan furniturnya jauh lebih efisien dan efektif. Compact house jarang menggunakan trik yang mempersempit masing – masing ruangan demi membuatnya lebih banyak. Meski ruangannya nyaris tak memiliki penyekat, tapi konsep penataan ruangan dalam rumah ini tampak rapi dan teratur.

Baca juga :  Kenali Lampu, Percantik Hunianmu
Source : assetzproperty.com (Compact house tidak memiliki sekat tapi terlihat tetap rapi)

Lantaran terfokus pada keterbukaan dan kerapihan ruang, rumah compact menghilangkan kehadiran gudang. Konsep minimalis bukan hanya diimplementasikan pada arsitektur rumah, melainkan juga dengan gaya hidup Sobat Ars. Barang yang terdapat di dalam rumah merupakan hasil pertimbangan matang. Apakah barang tersebut benar – benar dibutuhkan? Jika iya, untuk jangka waktu berapa lama? Ketika barang tidak lagi digunakan, fungsinya bisa dialihkan kepada mereka yang membutuhkan. Dengan begitu yang harus dilakukan bukanlah menyimpan barang di gudang, tetapi memberikan atau menjualnya kepada orang lain.

Apabila rumah dengan satu lantai masih kurang fungsional, maka Sobat Ars bisa menambah lantai dengan konsep mezzanine. Konsep mezzanine digunakan untuk mereka yang mau menambah ruang tanpa perlu menambah jumlah bangunan.

Source : idntimes.com (Penambahan ruang ini menggunakan konsep mezzanine)

Compact house sangat kami rekomendasikan untuk Sobat Ars yang ingin membangun rumah tapi memiliki lahan yang terbatas. Compact house juga cocok untuk kamu yang ingin bergaya hidup minimalis karena rumah ini akan membantu Sobat Ars mewujudkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *