BiografiSemua Artikel

Arsitektur Wanita Muda dengan Segudang Karya

Source : telummedia.com (Imelda Akmal)

Jika berbicara soal desain arsitektur, rasanya Arsitek pria lebih banyak dikenal ketimbang wanita. Terdapat sejumlah nama Arsitek wanita dengan karya yang tak kalah memukaunya dari para pria. Sederet nama Arsitek pria yang banyak terdengar karena karyanya yang spektakuler adalah Zenin Adrian, Andra Martin, Yu Sing. Tapi, dalam artikel ini akan mengulas Arsitek wanita Indonesia yang menjadi inspiratif dalam karyanya. Salah satu Arsitek muda hebat yang akan dibahas adalah Imelda Akmal. Imelda memiliki keunikan tersendiri daripada Arsitek perempuan lainnya. Imelda Akmal justru mencoba mengkolaborasikan dunia arsitektur dengan bisnis publikasi arsitektur. Salah satu publikasi terkenal yang kerap dijadikan acuan para desainer interior adalah Imajibooks. Wanita ini juga telah berhasil mempublikasikan ulasan desain interior dan arsitektur bangunan. Hal tersebut terinspirasi dari sudut pandang seorang guru besar arsitektur terkemuka, Prof. Josef Prijotomo.

Dalam mempublikasi dunia arsitektur melalui Imajibooks, Imelda tidak hanya menonjolkan karya-karya pribadinya. Namun juga hasil kontribusi dari berbagai Arsitek yang tidak hanya memiliki reputasi, tetapi juga untuk arsitek muda yang memiliki karya yang patut dibanggakan. Wanita inspiratif ini juga pernah menamatkan pendidikan strata-1 Arsitektur di Universitas Trisakti. Ia juga merupakan Arsitek yang menggandrungi dan mahir sistem penataan rumah tinggal. Jika bertemu sosok Imelda kalian akan dibuat takjub olehnya, tak hanya memiliki kecerdasan di atas rata-rata, ia juga seorang Arsitek yang berparas cantik, secantik buku-buku yang diterbitkannya.

Baca juga :  Budi Pradono, Arsitektur yang Bersahabat dengan Alam

Seorang penulis bidang arsitektur dan interior ini pernah memperingati kelahiran R.A. Kartini dengan dengan cara berbeda dari kebanyakan orang. Imelda Akmal merayakannya dengan cara dan gaya lain. Ia meluncurkan satu paket buku arsitektur-interior bertajuk New Indonesian Design Inspirations. Acara peluncuran tersebut diselenggarakan di kawasan superblok Gandaria Jakarta Selatan, mengundang Mrs. Elaine Flamer, Ibu Duta Besar Australia untuk memberikan kata sambutan. “Ini hari Kartini, jadi kami ingin mengangkat karya perempuan. Saya bermaksud memperkenalkan profesi desainer interior dan memberi pengetahuan kepada masyarakat awam. Desain interior sangat luas dan terbagi menjadi banyak spesialisasi. Lighting, akustik, dan  pemilihan bahan. Dulu kita hanya mengenalnya sebagai dekorasi, sekadar memilih gorden…” demikian ungkap Imelda sebelum talkshow dimulai pada 99.co. Pada kesempatan itu, ia mengajak Anita Boentarman, Joke Roos, Avianti Armand (ketiganya arsitek), dan Adelinah Chandra (alumnus Desain Interior FSRDITB), untuk bicara di panggung. Petty Siti Fatimah dari majalah Femina bertindak sebagai moderator.

Source : gramediadigital.com (Salah satu buku karya Imelda Akmal)

Gramedia Pustaka Utama menjadi wadah Imelda untuk  menyalurkan minat dan bakat  yang ia miliki. Dalam menulis buku arsitektur-interior, buku tersebut didedikasikan untuk masyarakat Indonesia yang awam terhadap desain interior. Imelda mulai meniti karir melalui majalah Femina. Ia berkutat pada ruang interior majalah Femina sejak 1993 sampai 1996.Sejak saat itulah ia menyadari bahwa Indonesia perlu buku-buku tentang interior local. Pada saat itu juga minat masyarakat Indonesia sangat meningkat untuk memiliki tata ruang rumah yang bagus. Buku-buku yang ada saat itu masih sulit dipahami bagi kaum awam dan tidak representatif.

Baca juga :  Perjalanan Seorang Pastur yang Mahir Dunia Arsitektur

Saat Indonesia dilanda krisis, Imelda melanjutkan studi bidang interior di Melbourne Istitute ofTechnology di Australia sekaligus mengambil program MBA di Swinburne University. Kebetulan suaminya Sony Sanjaya, juga memperdalam fotografi di institut yang sama. Keduanya memang tak lagi dapat dipisahkan karena menjadi “soulmate” dalam profesi sebagai fotografer interior buku – buku Imelda Akmmal. Sejak 2004, Imelda membangun Architecture Writer Studio didukung tim lainnya yang terdiri dari enam orang. Saat ini, Imelda menjabat sebagai Editor di Archinesia.

Source : twitter @Ferdinandus Setu (Raut senang dari penggemar saat bisa foto bersama Imelda)

Melalui karya dan pengetahuan yang ia miliki, Imelda seperti dewi pengetahuan yang menawan hati, mampu menyalurkan pengetahuannya kepada masyarakat awam dengan cara dan metode yang bisa dipahami. Sangat pantas rasanya jika ia dijuluki dengan penerus R.A. Kartini. Perempuan muda yang mampu mendobrak wawasan baru untuk generasi Indonesia. Patut menjadi contoh juga untuk generasi penerus. Tidak banyak Arsitek yang juga menekuni dalam bidang tulisan. Mungkin ini juga salah satu kendala, Indonesia kekurangan Arsitek yang mahir dalam menuangkan ilmunya dalam bentuk tulisan ataupun jurnalis yang pintar dalam mengulik seputar bangunan.

6 pemikiran pada “Arsitektur Wanita Muda dengan Segudang Karya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *