Rumah MinimalisSemua Artikel

Jangan Sampai Kudet, Ini Dia Jenis-jenis Karpet

Source : tipsbytrisha.com (Beragam warna, motif, serta bahan karpet dapat mempengaruhi suasana ruangan)

Di Kota Balikpapan, terjadi peningkatan kasus Covid-19 secara drastis. Total ada 857 kasus tercatat sampai hari Rabu, 12 Agustus 2020. Dengan adanya kasus yang bertambah pesat, Pemerintah Kota Balikpapan memberlakukan kembali kebijakan pembatasan sementara untuk kegiatan masyarakat sedari tanggal 14-16 Agustus 2020. Area publik akan ditutup sementara, seperti tempat wisata. Bagi yang berjualan kuliner, diharapkan hanya melayani take away saja.

Setelah kembali ke kota kelahiran ini, saya merasa banyak meluangkan waktu. Ya, waktu untuk rebahan. Layaknya perumpamaan yang dibuat kebanyakan orang yaitu kasur memiliki magnet kuat sehingga membuat tempat tidur dan badan menjadi rekat. Namun tak hanya di kasur tubuh ini bisa beristirahat, ada pula sofa yang multifungsi sebagai tempat tidur untuk rehat. Tak hanya itu, kadang hanya butuh karpet dan bantal saja untuk sekadar berbaring.

Jika diperhatikan biasanya setiap rumah memiliki karpet. Suasana suatu ruangan akan terasa berbeda tergantung warna, motif , serta bahan yang dipilih. Tetapi tak banyak orang yang paham betul sebenarnya ada berbagai macam jenis karpet. Wol merupakan salah satu material pembuatan karpet yang paling populer. Beberapa keunggulan dari karpet wol adalah memiliki sifat serat alami yang membuat terasa lebih lembut dan tahan lama, mudah dibersihkan, dan tidak gampang bernoda. Daerah yang dingin seperti pada dataran tinggi akan cocok menggunakan karpet wol karena adanya efek hangat saat tiduran atau duduk sambil menonton televisi.

Source : westelm.com (Ini merupakan tekstur dari karpet berbahan wol)

Wol yang murni dibuat dengan tanpa bahan kimia dan zat tambahan. Apabila Sobat Ars memiliki kulit yang sensitif, maka bisa memilih karpet wol murni. Namun wol dengan mutu tinggi ini cukup pricey. Harganya yang cukup mahal seimbang dengan ketahanan warnanya. Jika Sobat Ars memiliki area rumah yang lembap, hindari penggunaan wol sebagai bahan karpet. Bahannya yang alami membuat wol rentan rusak lantaran jamur yang memakan zat organik.

Baca juga :  Kedap Suara dalam Ruangan, Ciptakan Rasa Kerasan

Selanjutnya ada karpet berbahan dasar katun. Sobat Ars pasti tahu dengan kain katun karena bahan ini umumnya dipakai untuk pakaian khususnya baju. Harga murah, tekstur lembut, nyaman di kaki, dan terbuat dari bahan alami. Dengan penggunaan bahan alami, maka jika kulit sensitif tak usah takut untuk memakai karpet katun. Baju berbahan katun biasanya memiliki warna dan motif yang banyak. Hal itu juga berlaku di karpet bermaterial kartun. Meski mudah dibersihkan, karpet katun tidak tahan lama. Seratnya yang sensitif dan mudah menyerap cairan membuat karpet jenis ini gampang rusak. Maka dari itu kamu bisa meletakkan karpet katun di area dengan lalu lintas rendah. Jikalau Sobat Ars tinggal di daerah yang panas, akan cocok untuk menggunakan karpet katun.

Salah satu karpet termahal ialah yang terbuat dari sutra. Karpet sutra selalu berhasil membuat rumah Sobat Ars terlihat indah sekaligus mewah karena konon katanya proses pembuatannya susah. Selain lembut, karpet sutra juga bisa meredam suara dan menyerap sinar ultraviolet yang masuk ke hunian. Karpet dari sutra mempunyai serat halus yang dapat mencegah adanya udara panas.

Source : Ricardo Machado on Getty Image (Polypropylene biasa juga dikenal dengan olefin)

Polypropylene atau PP membuat karpet terasa halus meski terbuat dari bahan sintetis. Karpet polypropylene memang cepat pudar dan benang karpetnya mudah lepas, tetapi harganya tergolong murah. Dikenal dengan nama olefin, karpet jenis ini merupakan salah satu yang terlaris. Olefin juga mudah dibersihkan dari noda.

Baca juga :  Kamar Berkualitas, Tidur Jadi Pulas

Apabila Sobat Ars butuh karpet di bagian luar rumah, rasanya jenis yang satu ini cocok. Karpet lantai dari benang rami memiliki sifat yang keras serta tahan cuaca. Tekstur karpet yang satu ini memang lebih kasar tapi cocok digunakan dengan gaya desain interior apapun. Biasanya yang tinggal di daerah tropis lebih memilih karpet dari anyaman rumput seperti ini karena ringan, tipis, dan terasa dingin.

Daya tahan yang kuat menjadi keunggulan utama karpet dari bahan nilon. Meski sudah dipakai beberapa tahun, warnanya tak akan terlalu pudar. Seratnya pun tidak mudah lepas, makanya terkenal kuat. Karpet tipe ini juga anti terhadap noda, jamur, dan lumut. Bahannya mirip dengan jenis polypropylene tapi nilon berada satu tingkat di atas tipe tersebut. Untuk Sobat Ars yang menyukai warna cerah, karpet nilon akan cocok denganmu.

Source : www.build-direct.co.uk (Nilon yang diketahui memiliki beragam warna cerah)

Untuk karpet vinyl, biasanya dipakai untuk menutupi seluruh bagian lantai. Tipe karpet yang satu ini mempunyai daya lentur yang baik karena terbuat dari PVC serta pasir putih berkualitas. Bahan kimia yang digunakan untuk karpet vinyl membuatnya tahan puluhan tahun. Hal itu juga yang membuat karpet jenis ini tahan akan sinar matahari dan cuaca apapun. Karpet dengan ciri utama terlihat mengkilap apabila terkena cahaya ini merupakan salah satu yang terkenal dipakai orang-orang.

Carilah karpet yang awet dan sesuai budget. Jangan sampai salah pilih karpet yang mudah beset dan membuat orang rumah jadi cerewet. Sobat Ars bisa riset dulu di internet untuk mendapat karpet serasi dengan isi dompet. Tidak perlu ribet soal tipe karpet karena di Arsminimalis sudah di update.

Source : www.you.co (Beragam aktivitas bisa dilakukan di karpet, baik itu work from home atau sekadar bersantai)

 

4 pemikiran pada “Jangan Sampai Kudet, Ini Dia Jenis-jenis Karpet

  1. “Carilah karpet yang awet dan sesuai budget,” betul banget nih, karena fenomena masyarakat belakangan banyak yang berkeinginan untuk punya karpet atau produk interior rumah lainnya yang harga dan kualitas nggak sepadan sama budget yang dimiliki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *