Arsitektur dan BudayaSemua Artikel

Rumah Unik Penuh Makna dari Tana Toraja

Source : holamigo.id

Apa yang terlintas di benakmu ketika mendengar kata Toraja? Tarian khasnya atau rumahnya yang unik? Keduanya menjadi ikon bagi Tana Toraja. Namun yang akan Arsminimalis bahas kali ini adalah rumah adatnya yaitu Rumah Tongkonan.

Rumah ini tidak hanya populer di Tana Toraja, tapi juga terkenal di Indonesia. Bentuknya yang unik membuat Rumah Tongkonan menarik hati orang yang melihatnya. Tidak hanya bentuknya, Rumah Tongkonan juga memiliki fungsi dan makna yang mandalam.

Tongkonan sendiri berasal dari kata Tongkon yang berarti ‘menduduki’ atau ‘tempat duduk’. Disebut seperti itu karena pada awalnya rumah adat ini dijadikan sebagai tempat berkumpul para bangsawan Tana Toraja untuk berdiskusi.

Source : arsminimalis

Dalam penelitian yang dilakukan Marcelila Sanda dkk, berdasarkan pandangan agama leluhur orang Toraja yaitu Aluk Todolo struktur Tongkonan dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu; (1) Bagian bawah (sulluk banua) merupakan kolong rumah yang dikelilingi oleh tiang – tiang penopang badan rumah yang disebut kale banua. Dahulu sulluk banua berfungsi sebagai kandang kerbau yang menunjukkan status derajat sosial. Namun sekarang tidak lagi digunakan sebagai kandang untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. (2) Badan rumah (kale banua), merupakan pusat kegiatan yang bangunannya ditopang oleh tiang- tiang. Kale banua tersebut terbagi atas tiga bagian, tangdo’ yang merupakan ruang depan. Dulunya berfungsi sebagai tempat istirahat. Yang kedua sali adalah bagian bilik tengah yang lebih rendah dari tangdo’ berfungsi sebagai tempat tidur keluarga dan dapur, tempat pertemuan keluarga, serta ruang makan. Yang ketiga adalah sumbung yakni bagian bilik belakang yang lantainya lebih tinggi dari sali dan tangdo’ berfungsi sebagai tempat tidur keluarga inti. (3) Bagian atas (rattiang banua) merupakan atap yang menutupi seluruh rumah (loteng). Dulunya terbuat dari bambu serta memiliki bentuk khas seperti perahu memanjang dan kedua ujungnya membentuk lengkungan yang mempunyai kesamaan dengan garis lengkung lunas perahu (bagian dasar perahu). Rattian banua difungsikan sebagai tempat penyimpanan kain, benda pusaka berupa pedang, kering, tombak, dan lainnya.

Baca juga :  Tak Neko-neko Desain Rumah Adat Baileo
Source : travel.detik.com (Atap Rumah Tongkonan yang menyerupai perahu)

Ada beberapa keunikan dari Rumah Tongkonan yang perlu kamu ketahui nih. Arsminimalis akan memaparkannya untuk kamu.

  1. Menghadap ke utara

    Penempatan posisi rumah ini mengikuti pandangan kosmologi masyarakat Toraja. Bagi mereka arah utara atau “Ulunna Lino” berarti arah kepala dunia. Posisi tersebut merupakan penghormatan dan memuliakan Sang Pencipta atau “Puang Matua”.

    Source : rimbakita.com (Rumah Tongkonan selalu menghadap ke arah utara)
  2. Dibuat dengan kayu yang tahan hingga ratusan tahun

    Dinding rumah Tongkonan dapat berdiri tegak hanya dengan menggunakan material kayu dan lembaran papan sebagai bahan utamanya. Kayu yang digunakan adalah jenis uru. Kayu ini merupakan tanaman lokal Sulawesi. Jenis kayu ini mampu bertahan selama puluhan hingga ratusan tahun. Sedangkan atapnya terbuat dari bilah bambu yang dilapisi ijuk, rumbia, atau alang – alang kemudian dibentuk lengkungan.

    Source : hdesignideas.com (Rumah Tongkonan kebanyakan dibuat dari kayu uru serta atapnya dari bambu dan ijuk)
  3. Status sosial dilihat dari susunan tanduk kerbau

    Susunan tanduk yang berada di depan rumah sangat menarik perhatian mata. Tanduk – tanduk disusun secara vertikal melambangkan status sosial dan ekonomi dari pemilik rumah. Semakin banyak susunan tanduk, maka semakin tinggi status sosial keluarganya. Tanduk yang disusun merupakan tanduk dari kerbau yang dikorbankan saat upacara penguburan anggota keluarga. Kerbau ini memiliki harga yang sangat mahal untuk itu tanduk yang dipajang menjadi simbol ekonomi keluarga.

    Source : holamigo.id (Susunan tanduk kerbau yang melambangkan status sosial dan ekonomi penghuni rumah)
  4. Memiliki motif ukiran Toraja yang banyak

    Di dinding kayu Tongkonan banyak sekali ragam ornamen dengan ukuran beragam. Seorang peneliti kebudayaan, J. S. Sande, dalam bukunya mencatat setidaknya ada 67 jenis motif ukiran pada rumah tradisional suku ini. Bentuk ukiran tersebut bermacam – macam, antara lain bentuk geometri, tumbuhan, hewan, cerita rakyat, hingga benda – benda langit. Setiap motif ukiran memiliki makna bagi orang Toraja. Ukiran ini disebut ‘passura’ yang juga masing – masingnya memiliki nama. Begitu pula dengan warna ukirannya yang juga memiliki makna. Bagi masyarakat Toraja, warna ini memiliki makna tersendiri. Warna hitam merupakan lambang kematian atau duka. Warna merah melambangkan kehidupan, kuning melambangkan kekuasaan Tuhan, serta putih melambangkan kesucian.

    Source : Flickr 2.0 Arian Zwegers (Ukiran di dinding Rumah Tongkonan yang memiliki banyak makna)

Begitu banyak filosofi dan makna dalam Rumah Tongkonan. Memang ini juga tergantung kepercayaan masing – masing. Kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia cukup menghormati dan melestarika keberagaman budaya yang ada. Indahnya Indonesia dengan kebhinekaannya. Kita sebagai generasi juga harus melek budaya.

Baca juga :  Mengintip Salah Satu Klenteng Tertua di Indonesia, Hoo Tong Bio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *