Arsitektur dan BudayaSemua Artikel

Senyum Kagum Berkat Masjid Said Naum

Source : arsitur.com (Tampak depan dari Masjid Said Naum)

Apakah kamu tahu apa itu meru? Kalau kamu keturunan Hindu atau bertempat tinggal di Bali, biasanya mengetahui apa itu meru. Jurnal RISA (RISA Arsitektur) dengan judul Arsitektur Bangunan Meru Ditinjau dari Tata Letak, Proporsi, dan Simbolisasi bahwa Meru merupakan bangunan yang sangat suci dan diletakkan di bagian paling utama suatu pura. Meru sendiri memiliki atap yang banyak. Meru juga dikenal dengan atap limasan.

Atap seperti itu biasa dipakai bangunan untuk beribadah di pulau Jawa sebelum hadirnya Islam di Indonesia. Contohnya adalah kuil di Bali yang masih sering dijumpai. Atap meru yang hanya ada satu konon diartikan sakral oleh masyarakat nusantara sebelum ada Islam. Atap meru harus ada banyak agar jaraknya dekat dengan langit karena berfungsi sebagai sumbu transedental yang menghubungkan dunia manusia dan Sang Pencipta.

Masjid Said Naum juga memiliki atap meru. Dahulu, Islam hadir di nusantara dengan damai lewat perdagangan serta akulturasi budaya setempat. Para wali pun tidak menghilangkan atau menghancurkan tempat ibadah yang ditinggalkan masyarakat setelah mereka masuk Islam. Kuil-kuil beratap meru itu beralih fungsi menjadi tempat ibadah Islam, yakni masjid.

Source : Republika/Prayogi (Masjid Said Naum yang sudah berdiri sejak 1977)

Masjid Said Naum terletak di Jalan Kebon Kacang 9 No.25, Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebelumnya lokasi itu merupakan daerah bekas pemakanan, yaitu tanah wakaf dari Almarhum Said Naum.

Masjid ini memiliki nama yang diambil dari Syekh Said Naum, kapten kapal Arab pertama yang hadir di wilayah Pekojan. Selain seorang saudagar kaya, Syekh Said juga tuan tanah Batavia pada masa Hindia. Syekh Said pun memberikan tanah seluas 15.000 meter persegi untuk pembangunan masjid ini. Selain itu, Syekh Said Naum juga memberikan dana untuk Masjid Langgar Tinggi Pekojan agar diperbaiki dan dibuat lebih luas.

Baca juga :  Sensasi Toko Es Krim Dengan Arsituktur Penuh Memori

Desain bangunan ini dibuat oleh Arsitek pilihan. Gubernur DKI Jakarta kala itu, Ali Sadikin, membuat sayembara desain arsitektur masjid dengan beberapa kriteria. Kriteria untuk memenangkan sayembara ini adalah harus merepresentasikan karakter arsitektur tradisional, sesuai dengan lingkungan sekitar, dan menggunakan material lokal. Adhi Moersid dari Ateller Enam Architects and Planners memenangkan sayembara tersebut.

Pembangunan dimulai pada tahun 1975. Meru, bahasan kita di awal, yang ada di Masjid Said Naum dipangkas di tengah dan memutar potongan sebelah atas. dengan membuatnya seperti itu menghasilkan atap saling tumpang dengan jurai membias dari pusat ke delapan mata angin. Dalam dokumen perancangan yang kami kutip dari Republika.co.id, Adhi menjelaskan makna mengapa mengarah ke delapan mata angin. “Maknanya, Sang Pencipta ada di mana saja,” jelasnya.

Source : arsitur.com (Atap dari Masjid Said Naum)

Dipilihnya atap meru sebagai penutup bagian atas Masjid Said Naum tak hanya karena filosofinya. World Meteorological Organization mencatat bahwa hujan yang membasahi Jakarta sebanyak 1.633 milimeter per inci per tahun. Dengan volume hujan yang cukup besar, atap meru cocok untuk menggelincirkan hujan secara cepat ke drainase.

Agar udara di dalam masjid mendapat sirkulasi yang baik, atapnya pun diputar 90 derajat. Sekretariat Pengurus Masjid Said Naum, Sumarno, memaparkan bahwa ujung atap diputar memang untuk angin lewat. “Sebenarnya itu kan Joglo cuma atap di atasnya diputar 90 derajat. Itu bentuk bawahnya kayak rumah Jawa ya kan, tapi ini ujungnya diputar. Tujuannya yaitu supaya angin lewat sana,” ucapnya pada Tribun Jakarta. Untuk mendapat udara yang lebih banyak lagi, jendela-jendela di Masjid Said Naum dibuat seukuran pintu. Jendelanya juga berjumlah banyak mengelilingi masjid.

Di tahun 1977 akhirnya Masjid Said Naum rampung. Masjid ini juga dianugerahi penghargaan Honourable Mention oleh Aga Khan Award sebagai bangunan dengan arsitektur masjid terbaik. Masjid karya Adhie Moersid ini dirancang dengan pengaruh arsitektur Hindu-Jawa dan disesuaikan dengan bentuk tempat ibadah umat Islam.

Baca juga :  Kesan Manis ala Desain Kafe Tropis

Adanya atap ganda di Masjid Said Naum harus diperkuat dengan struktur baja, apalagi bentangnya juga lebar. Penguatan rangka baja yang dipakai Adhi Moersid menunjukkan keseriusannya guna mengakomodasi karakter arsitektur tradisional dengan pendekatan arsitektur modern kontemporer.

Selain atapnya yang unik, bagian dalam masjid juga tidak diberi penyangga atau tiang. Meski sudah berusia puluhan tahun, bangunan tetap berdiri tegap tanpa renovasi. “Ini bangunannya kokoh. Belum pernah direnovasi dari awal, paling hanya dicat saja,” ungkap Sumarno pada Wartakota.

Sumarno juga memaparkan bahwa sering kali ada mahasiswa yang datang untuk penelitian mengenai Masjid Said Naum. Mahasiswa-mahasiswa itu mengambil program studi Arsitek. Biasanya mereka datang untuk keperluan skripsi atau sekadar foto-foto.

Source : ACTNews (Sudah terdapat ATM Beras di Masjid Said Naum)

Yang terbaru ada di Masjid Said Naum adalah hadirnya ATM Beras. ATM Beras ini bisa menampung 200 kilogram beras dan akan dibagikan pada mereka yang kurang mampu. ATM Beras dibuat untuk warga prasejahtera prioritas di RW 11, RW 8, dan RW 5 Kelurahan Kebon Kacang. Mereka ialah wali dari anak-anak yatim serta janda yang tinggal seorang diri di rusun. Warga yang disebutkan tersebut akan diberi Wakaf Card untuk mengambil beras. Kartu itu bisa ditempelkan ke mesin pemindai dan akan mendapatkan lima kilogram beras.

Masjid yang terlihat biasa ini ternyata mempunyai banyak ‘rasa’. Bangunan yang memiliki makna menjadikannya masjid penuh cerita. Adhi Moersid berhasil merakit masjid yang apik. Arsitektur bangunan yang rupawan menghasilkan penghargaan. Meski berada di tengah kota, Masjid Said Naum tetap memiliki sirkulasi udara tertata. Apabila kamu warga Jakarta, jangan lupa salat berjamaah di Masjid Said Naum dengan penuh cinta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *