ReviewSemua Artikel

Tempat Makan ‘Mezzanine’ Pemuas Kesenangan Batin

Source : Instagram:mezzanine.jogja (Tampak depan Mezzanine Eatery & Coffee)

Sekarang ini waktu yang tepat buat kita untuk menjaga lingkungan. Seperti membuang sampah pada tempatnya agar tidak terjadi penumpukan lalu menimbulkan banjir pula. Untuk menjaga lingkungan, dalam dunia arsitektur ada yang namanya green architecture. Arsitektur hijau merupakan aliran arsitektur yang ramah lingkungan.

Dalam Jurnal karya M. Maria Sudarwani yang diberi judul Penerapan Green Architecture dan Green Building Sebagai Upaya Pencapaian Sustainable Architecture disebutkan bahwa menurut World Health Organization (WHO) terdapat 30% bangunan gedung di dunia mengalami masalah pada kualitas udara dalam ruangan. Dari masalah itu muncul green architecture untuk meminimalisir beragam pengaruh membahayakan pada manusia dan lingkungan melalui pendekatan perencanaan arsitektur.

Dengan menggunakan arsitektur hijau, bangunan dapat lebih tahan lama, perawatannya mudah, nyaman ditinggali, hemat energi, dan tentunya sehat bagi penghuni. Seperti Mezzanine Eatery & Coffee yang berlokasi di Jalan Palagan Tentara Pelajar KM 8 No.30, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Siapa di sini yang ingin sekali berlibur ke Yogyakarta tapi bingung harus ke tempat makan atau kafe mana? Jawabannya pasti ada banyak, tapi salah satu yang sering muncul sebagai rekomendasi kafe instagramable adalah Mezzanine. Emang cukup eye catching kafe yang satu ini karena dibuat layaknya rumah kaca raksasa.

Source : Instagram:mezzanine.jogja (Tanaman hijau di sudut Mezzanine Eatery & Coffee)

Kalau di kafe lain kamu takut hasil foto di dalam ruangan jelek, tidak dengan di Mezzanine. Kafenya berdinding kaca membuat cahaya matahari masuk dengan mudah menyinari kamu yang sedang foto sambil tersenyum cerah. Kaca yang mengelilingi Mezzanine membuat kafe hemat energi dengan tidak perlu repot-repot menyalakan lampu lantaran sudah bisa diakses dengan gratis oleh sinar mentari.

‘Berarti kalo langsung kena cahaya matahari, panas dong kafenya? Nanti dandanan gampang luntur terus baju juga basah terkena keringat.’ Sebagian dari kalian yang mementingkan look pasti berpikir ulang untuk hadir ke Mezzanine. Namun jangan khawatir, kafe ini dibangun dengan keinginan menjadi restoran yang ramah lingkungan. Seperti yang sudah dipaparkan di awal, Mezzanine mengusung konsep arsitektur hijau. Maka sirkulasi udaranya terjaga dengan baik dan ada banyak tanaman di dalamnya. Tanpa penggunaan air conditioner pun, Mezzanine akan tetap terasa sejuk.

Baca juga :  Gaya Arsitektur Maroko yang Numero Uno
Source : Instagram:mezzanine.jogja (Sangkar yang menjadi spot favorit untukfoto di Mezzanine Eatery & Coffee)

Salah satu bagian yang ramai dipakai untuk sesi foto adalah area sangkar. Bagian ini menggabungkan konsep industrial, urban lifestyle, juga natural. Pada area ini dikelilingi tanaman hias yang di tengahnya terdapat meja makan yang dilengkapi dengan sangkar burung besar terbuat dari besi.

Apabila kamu paham betul mengenai arsitektur, pasti tidak asing dengan kata mezzanine. Kata ini memang salah satu bagian dari arsitektur. Mezzanine dalam arsitektur dapat diartikan sebagai balkon di dalam ruangan atau lantai tambahan. Mezzanine berasal dari bahasa Italia ‘mezzano’ yang artinya tengah. Jadi posisi lantai mezzanine ada di antara lantai dasar dan lantai dua atau atap sebagai ruang tambahan. Konsep arsitektur ini tentu dipakai oleh Mezzanine Eatery & Coffee sesuai namanya. Langit-langit tinggi tempat makan yang satu ini disisipkan sebagai lantai dua. Kata nine pada Mezzanine juga memiliki arti untuk bangunan ini.

Operational Manager Mezzanine, Nanang Satwanto, menjelaskan pada Rumahjogjaindonesia.com, “Sembilan di sini sendiri merupakan the lucky number dari owner, yang juga merupakan sebuah angka sempurna. Maka dari itu filosofi angka sembilan tersebut kami terapkan pada sisi bangunan yang memiliki tinggi keseluruhan 9 meter dari permukaan tanah. Selain itu juga, acara soft opening dan grand opening kami memilih tanggal 27, di mana dua angka tersebut jika dijumlahkan menjadi 9.”

Tidak hanya tampak luar yang unik, bagian dalamnya pun menarik. Ada pohon Pule asli dengan ukuran sebenarnya yang menghiasi sudut bangunan rumah kaca ini. Tanaman yang menjuntai ke bawah, Lee Kuan Yew, ditata pada tempat makan ini sebagai tirai. Tanaman lain yang ada pada Mezzanine adalah kangkung dan seledri. Untuk merawat tumbuhan yang ada di Mezzanine, Manajer Pemasaran Mezzanine Eatery & Coffee Endi Yogananta mengaku bahwa mereka memiliki tukang kebun khusus.

Baca juga :  Lift Pertama di Medan Milik Gedung London Sumatera
Source : travelingbae.com (Mural yang ada pada dinding Mezzanine Eatery & Coffee)

Bambang Sulistyo, si pemilik restoran hits di Jogja ini awalnya menginginkan tempat makan dengan konsep summer tropical garden. Jelas konsep itu berhasil diaplikasikan pada Mezzanine. Terlebih lagi dengan adanya mural di dinding dengan warna-warna cerah ala musim panas. Spot mural ini juga bisa jadi latar untuk tempat foto, baik selfie ataupun wefie.

Mezzanine juga menyediakan meeting room. Ruangan untuk rapat ini memiliki beberapa macam tipe, seperti di area kaca dengan kapasitas 15 orang. Ada juga private room yang muat 25 orang dilengkapi pemandangan sawah. Meeting room yang cukup diisi 45 orang juga tersedia dengan ketentuan non-smoking. Jika masuk ke dalam Mezzanine juga dapat ditemui stage area yang dapat memuat 150 orang.

Source :travelingbae.com (Area stage Mezzanine Eatery & Coffee)

Jangkauan menu di Mezzanine pun sudah fusion, campuran Indonesia, asian, dan western. Dulu makanan di Mezzanine tidak sesuai dengan lidah Indonesia yaitu tidak disediakannya menu memakai nasi, jadi mereka mulai menyesuaikan. “Awalnya gak ada nasi, tapi di awal tahun ini (2019), kita launching nasi karena kalau orang Jogja gak makan nasi itu gak makan namanya,” jelas Endi pada Kompasiana. Kisaran harga minuman di Mezzanine dari Rp17.000 sampai Rp38.500 dan makanan mulai Rp23.000 hingga Rp325.000.

Berkunjung ke Mezzanine tak akan mengecewakan batin. Seperti diberi berkah, stock foto jadi melimpah. Tempatnya indah jadi tak susah payah menghibur perasaan yang gundah. Kalau kamu warga Yogyakarta atau sekedar mau berlibur ke kota pelajar, jangan lupa mampir ke Mezzanine yang ‘bersangkar’.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *