Rumah MinimalisSemua Artikel

Open Plan, Konsep Minim Budget

Source : Arsitag.com

Kamu ingin membangun atau merenovasi rumah tapi budget pas-pasan? Nah, kamu bisa menerapkan desain dengan konsep open plan. Apa itu open plan? Open Plan atau ruang tanpa sekat  adalah konsep desain dengan menggabungkan dua atau lebih ruangan tanpa dinding. Ruangan yang digunakan memiliki sifat kebersamaan atau biasa digunakan untuk umum.

Menurut Peter Zumthor, Arsitek Swiss yang karyanya dikenal tanpa kompromi dan minimalis, dalam Jurnal Idealog dengan judul Pemanfaatan Konsep Space Within a Space dalam Pengolahan Layout pada Interior mengatakan bahwa di dalam arsitektur terdapat dua dasar dalam komposisi ruang. Yang pertama ialah bangunan arsitektur tertutup yang dimana mengisolasi setiap ruang di dalamnya. Kedua adalah bangunan arsitektur terbuka yang menghubungkan setiap ruang tanpa memiliki batas atau open plan.

Konsep open plan ini sudah umum digunakan arsitek di Indonesia. Beberapa ruangan yang sering digabungkan adalah ruang makan dan dapur. Hal ini paling banyak diterapkan dalam rumah – rumah yang ada di Indonesia. Ruang makan dan dapur masih sangat berkaitan satu sama lain. Kamu juga bisa menambahkan meja bar kecil untuk pemisah antara dapur dan ruang makan.

Source : wonderfulkitchens.com (Dapur dengan mini bar sebagai pembatas dengan ruangan lainnya)

Selanjutnya kamu bisa menggabungkan ruang keluarga dengan ruang tamu. Dengan memberikan furnitur sebagai pembeda antara keduanya. Pada ruang tamu berikan meja dan kursi sedangkan pada ruang keluarga tambahkan karpet, meja, dan kursi kecil atau bisa juga dengan televisi.

Baca juga :  Percantik Rumah dengan Gaya Jendela Minimalis

Tidak hanya menggabungkan dua ruangan, konsep open plan dapat menyatukan tiga sekaligus. Contohnya adalah dengan menggabungkan ruang keluarga, ruang makan, dan dapur. Ini juga merupakan satu kesatuan untuk berkumpul bersama jika dirasa ruang keluarga cukup privasi untuk tamu.

Dengan menerapkan konsep ini dengan jelas mengurangi penambahan biaya pada pembuatan dinding. Pembeda antar ruangan bisa menggunakan keramik yang berbeda atau peletakan furniturnya.

Memberi batasan antar ruang dengan pembeda tinggi rendah di lantai dapat dilakukan dengan cara menambahkan undakan kecil. Kemudian kamu bisa membedakan material lantainya. Satu ruangan menggunakan material kayu dan yang lainnya menggunakan keramik.

Source : homebuilding.co.uk (Perbedaan warna atau material lantai juga menunjukkan perbedaan fungsi ruangan)

Kamu juga bisa menggunakan room divider atau partisi ruangan. Partisi ruangan adalah  layar atau furnitur ditempatkan dengan cara yang membagi ruang ke daerah-daerah yang terpisah. Bisa menggunakan rak – rak untuk meletakkan pajangan atau tanaman kecil.

Source : homespeed.com (Rak bisa digunakan sebagai partisi ruangan yang dapat membagi dua ruangan)

Ada baiknya dalam merancang interior rumah open plan dapat membayangkan adanya dinding imajiner untuk menentukan akses keluar masuk dan mobilitas gerak penghuninya sehingga proporsi antar ruangan seimbang, tidak berjarak terlalu luas atau terlalu sempit.

Kemduian bagi ruangan dengan sistem zonasi. Zonasi yang dimaksud di sini adalah membagi per ruangan agar sesuai dengan porsinya masing – masing. Penataan letak furnitur adalah salah satu contohnya. Letakkan furnitur sesuai fungsinya ke arah ruangan sebagai pembatas.

Baca juga :  Hemat Ruangan dengan Bunk Bed

Nah, dengan menerapkan konsep open plan ada beberapa keuntungan yang didapat. Pertama, sirkulasi udara dan cahaya lebih bebas karena tidak ada penghalang berupa dinding ataupun pintu. Kedua, interaksi sosial antar penghuni bisa lebih terbangun dan saling bisa melihat. Apalagi untuk seorang ibu yang memasak di dapur dan harus mengawasi anaknya di ruang keluarga. Ketiga, karena ruangannya terbuka, kamu jadi lebih bebas untuk eksplorasi layout juga fungsi ruangan. Apalagi buat kamu yang suka mengadakan acara di rumah jadi akan lebih leluasa dengan hanya memindahkan beberapa furnitur saja.

Source : livingloving.net (Penataan furnitur yang tepat juga dapat membedakan fungsi ruang)

Dibalik keunggulan itu, nyatanya ada pula kelemahan dari open plan ini. Adanya penyatuan beberapa ruangan inilah mengakibatkan tidak adanya kontrol suara. Yang perlu diperhatikan lagi adalah struktural balok atau pondasi untuk rumah harus direncanakan lebih besar dan kuat supaya bisa menahan beban dikarenakan sedikitnya jumlah dinding.

Apakah kamu sudah tertarik untuk menerapkan konsep open plan untuk rumahmu? Selain untuk menghemat budget, kamu juga bisa dapat dengan bebas mengeksplor penataan ruang serta fungsinya tanpa harus membobol dinding. Kamu bisa menunjukkan kreativitasmu dengan konsep open plan.

Satu pemikiran pada “Open Plan, Konsep Minim Budget

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *