ReviewSemua Artikel

Sensasi Toko Es Krim Dengan Arsituktur Penuh Memori

Source : Instagram.com/marfbm

Pada zaman sekarang ini bisnis dengan menjual makanan sangat ramai di pasaran. Tidak terkecuali bisnis kafe. Di kota Malang sangat mudah ditemui beragam jenis kafe. Mulai dari kafe penjual kopi, sampai kafe yang menjual makanan sehat. Kafe di kota Malang memakai konsep interior modern dan mengikuti perkembangan zaman. Toko Oen adalah salah satu kafe yang mempunyai desain Interior Kolonial.

Toko Oen adalah sebuah restoran yang didirikan oleh seorang Tionghoa keturunan Belanda bernama Liem Goe Nio dan telah dirintis sejak tahun 1910-an. Pertama kali dibuka di Yogyakarta pada tahun 1922, Toko Oen menjadi tempat favorit para bangsawan Belanda untuk bersantai dan menikmati hidangan kuliner, khususnya es krim yang disajikan di tempat tersebut. Setelah Yogyakarta, pemilik Toko Oen mendirikan cabang di beberapa kota, seperti Jakarta (1934) serta di Malang dan Semarang (1936). Sayangnya, dikarenakan suatu sebab, Toko Oen yang ada di Yogyakarta harus tutup dan dipindahkan ke Semarang. Sedangkan cabangnya ada di Jakarta juga ditutup pada tahun 1973 setelah tokonya dibeli oleh ABN Bank yang kemudian dibongkar untuk perkantoran.

Bangunan kolonial Belanda memiliki karakteristik pada desain interior maupun arsitekturnya. Toko Oen Malang termasuk dalam periode perkembangan bangunan kolonial pada tahap akhir. Pada periode ini bangunan kolonial memiliki dua ciri, yaitu yang pertama adalah bangunan berciri khas Indisch atau juga disebut bangunan Indo Eropa. Bentuk gaya bangunan merupakan penggabungan gaya lokal dan arsitektur kolonial Belanda. Bentuknya mengambil dasar arsitektur tradisional setempat sebagai sumbernya.

Baca juga :  Kesan Manis ala Desain Kafe Tropis
Source : Travelingyuk.com

Plafon pada interior Toko Oen Malang mempunyai bahan campuran kuningan dan tembaga, kemudian dicat dengan warna putih. Dengan bertambahnya usia dan zaman, cat tersebut berubah warna, menjadi putih tulang. Plafon tersebut masih sama dari awal berdirinya Toko Oen. Dari hal ini dapat diketahui bahwa bahan pembuat plafon tersebut memiliki jangka waktu yang lama.

Tembok pada Toko Oen Malang memiliki bahan dasar yaitu bata merah dan mempunyai ukuran ketebalan 1 bata. Tembok dengan ukuran ini selalu ditemui pada bangunan kolonial Belanda. Pada Toko Oen Malang, tembok difinishing dengan cat putih, serta pada beberapa sisi tembok diberi lapisan kayu untuk pemanis estetika.

Lantai pada Toko Oen Malang memakai bahan keramik. Keramik berwarna kuning dan abu abu bermotif polos. Terdapat dua pintu yang terbuka untuk akses keluar masuk Toko Oen Malang dan beberapa yang tidak dibuka. Dua pintu tersebut berada di bagian depan dan samping menuju lokasi parkir. Pintu yang berada di bagian depan berbentuk Kupu Tarung dan satunya di samping berbentuk pintu geser. Pintu-pintu tersebut dihiasi dengan kaca dan juga kayu pintu dicat dengan warna putih.

Interior pada bangunan Toko Oen Malang banyak dihiasi dengan jendela. Pada bagian depan, terdapat jendela besar berbentuk setengah lingkaran, dan juga ada jendela pada bagian atas tembok yang berdekatan dengan plafon sebagai sarana aliran udara dan pencahayaan. Terdapat tiga jenis meja yang ada di Toko Oen Malang. Yang pertama adalah meja makan. Meja makan di Toko Oen Malang terbuat dari bahan kayu, dan difinishing clear, sehingga warna dan serat kayu masih terlihat. Meja kedua adalah Coffee Table, yang terbuat dari bahan kayu, dengan rangka kaki menggunakan besi yang difinishing cat. Meja ketiga adalah meja kasir yang berbahan kayu difinishing cat. Ada dua jenis kursi yang ditemui di Toko Oen Malang, yaitu kursi santai dan kursi makan.

Baca juga :  Kafe Nuansa Belanda di Tengah Kota Jakarta
Source : jauharoh.files.wordpress.com

Kursi santai mempunyai bahan utama yaitu rotan yang terdapat pada dudukan dan sandaran pada kursi. Kaki kursi santai terbuat dari besi, dan ada tambahan kayu pada bagian sandaran tangan. Kursi Santai tersebut dicat dengan warna putih dan hijau toska. Sedangkan kursi makan berbahan kayu yang difinishing clear, sehingga warna asli kayu masih terlihat.

Rak roti berada di bagian depan kafe. Tepatnya setelah pintu masuk bagian depan. Rak roti tersebut berbahan kayu yang dicat dan juga ditambah dengan kaca sehingga pengunjung bisa melihat kue yang disajikan.

Source : telusuri.id/Fuji Adriza

Jadi selain dapat merasakan sensasi makanan masa lalu, ditempat ini masih terlihat furniture klasik berikut dengan ornamen lainnya yang mendukung suasana di Toko Oen menjadi serasa era tahun 40an. Secara administratif Toko Oen Malang berada tepat di sekitaran ‘jantung’ Kota Malang atau di area Alun-Alun, akan mudah menjumpai sebuah bangunan dengan desain klasik yang di bagian depan atasnya terpajang tulisan, “Toko Oen” berukuran sedang. Restoran jadul satu ini beralamatkan di Jalan Jenderal Basuki Rakhmad 5, Malang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *