ArsitekturSemua Artikel

Shabby Chic Timbulkan Kesan Manis serta Romantis

Source : hqdesigns.de (Rumah bergaya shabby chic dengan tambahan poin bunga-bunga )

Banyak sekali trend yang naik daun sekarang. Mulai dari trend pakaian, dandanan, sepatu, dan pernak-pernik kehidupan lainnya. Trend juga terjadi pada gaya atau desain rumah. Kamu bisa menemukan gaya bohemian, industrial, futuristik, sampai american style pada tipe-tipe rumah di zaman sekarang.

Dengan majunya perkembangan teknologi membuat setiap individu mengantongi banyak informasi. Begitu juga dengan informasi tentang style rumah. Mereka yang melek internet biasanya paham tentang gaya desain rumah. Mereka ingin rumahnya punya ‘tema’ tertentu. Mulai dari isi rumah dan perabotan dibuat dengan mengikuti gaya yang diinginkan agar terasa nyaman. Adanya tema tertentu juga memanjakan mata untuk berlama-lama di hunian.

Shabby Chic, desain rumah yang mulai populer di Indonesia. Gaya ini muncul sekitar tahun 1900-an di Inggris ketika para pemilik rumah tidak mampu membeli furniture akibat kesulitan mencari uang. Mereka pun membiarkan barangnya tanpa diganti. Barang-barang terlihat kusam akibat usia pemakaian yang lama.

Adanya style funitur yang nampak kusam itu malah membuat munculnya gaya shabby chic. Setelah terinspirasi dari pondok pedesaan di Inggris, Rachel Ashwell, desainer interior dari London ini membuat shabby chic terkenal di tahun 1989 melalui tokonya di Santa Monica, California. Gaya ini juga mulai populer di Amerika pada tahun 1990-an.

Source : ruparupa.com (Dapur dengan desain shabby chic )

Apakah kamu tahu kalau shabby chic adalah dua kata yang artinya bertolak belakang? Shabby memiliki arti lusuh, kisut, serta buruk. Digunakan kata shabby karena perabotan yang dipakai memiliki kesan sudah usang. Sedangkan kata chic berarti cantik, elok, dan berkualitas tinggi. Dapat diartikan bahwa shabby chic adalah gaya yang lusuh namun tetap elok dilihat.

Baca juga :  Tips Ruang Terbatas Terasa Lebih Luas

Gaya yang satu ini merupakan turunan dari desain vintage. Hal itu dapat dilihat dari beberapa perabotan model vintage dan ada aksen floral di sekitaran rumah yang bisa kamu temui di dalam hunian shabby chic. Motif bunga-bunga dapat membawa kita seakan-akan sedang berada di desa-desa cantik di Paris dengan nuansa yang manis nan romantis.

Desain shabby chic kental dengan barang-barang antik, kuno, dan vintage. Antik di sini bukan berarti harus memiliki usia puluhan bahkan ratusan tahun. Kamu bisa membuat perabotan rumah yang sengaja didesain antik. Untuk mendapat kesan antik pada furniture, kamu juga bisa mengamplas bagian-bagian perabotan rumah.

Source : bramblefurniture.com (Ruang makan dengan ciri khas shabby chic )

Kamu dapat mencari barang yang diinginkan dengan gaya shabby chic di toko barang bekas. Dengan menggunakan barang bekas, kamu dapat menimbulkan kesan lusuh pada perabotan. Kamu bisa membeli meja atau kursi tua, jendela usang, juga bingkai foto bekas berbahan kayu. Namun jangan sampai terlalu banyak barang usang di dalam tempat kediaman. Hal itu harus dihindari lantaran dapat menimbulkan kesan rumah yang tidak diurus.

Tidak harus membeli, kamu juga bisa mendaur ulang perabotan yang sudah ada karena shabby chic mengutamakan furnitur upcycled. Dikutip dari ruparupa.com bahwa banyak dari mereka yang menggunakan trend ini lebih memilih untuk mengecat serta mendesain ulang perabotannya. Hal itu membuat furnitur dengan desain baru bergaya jadul atau usang.

Selain perabotan, aksesoris kecil juga harus terkesan antik, unik, dan menarik. Kamu bisa melengkapi dinding rumah dengan tambahan bingkai foto kayu yang sudah usang atau bercat satu warna. Pilih juga kaca yang memiliki hiasan ukiran-ukiran di pinggirnya. Memajang piring dengan ukiran atau bentuk yang tidak biasa di dinding atau diletakkan di rak juga dapat dilakukan. Guci dan telepon jadul juga bisa kamu tambahkan untuk kesan shabby chic yang lebih kuat.

Baca juga :  Cara Memilih Warna yang Tepat untuk Kamar Mandi
Source : livelaughlove (Perabotan yang unik dengan sentuhan floral dan warna feminin )

Gaya shabby chic juga kental dengan tone warnanya. Mirip dengan vintage, desain ini juga mengadopsi warna-warna pastel. Namun warna pada shabby chic yang paling menonjol adalah putih. Warna putih dan kesan floral menyatu membuat timbulnya kesan lembut nan feminin. Warna pastel yang dapat menemani putih adalah merah muda, biru, hijau, bahkan emas. Adanya warna pastel menimbulkan kesan lembut, hangat, dan ceria. Wajar jika para wanita umumnya menyukai trend gaya ini karena dipenuhi kesan feminin dari pemilihan warna dan unsur floral yang ada.

Untuk melengkapi, kamu bisa menambahkan unsur slipcovers atau pelapis furnitur. Slipcovers biasa digunakan pada perabotan seperti sofa atau kursi. Selain bermotif polos, ada juga slipcovers yang dipenuhi bunga-bunga. Dengan adanya detail floral tersebut membuat kesan shabby chic menguat. Kain yang digunakan sebagai slipcovers biasanya adalah katun dan linen. Selain katun dan linen, kamu juga dapat memakai material kain tipe muslin lalu dipadukan dengan material tenun yang kasar, seperti kain goni atau renda.

Source : ruparupa.com (Ruang tamu yang dipenuhi aksen shabby tetap terlihat chic )

Desain rumah shabby chic memang kuat dengan adanya perabotan antik dan unik yang membuatnya terlihat menarik. Gayanya yang sederhana tapi mempesona membuat mata serta hati jadi terpana. Perabotan yang kerap kali dilengkapi aksen floral akan selalu kekal karena zaman tak membuat gaya ini tertinggal. Temukan inspirasi desain shabby chic di berbagai informasi agar hunianmu segera memiliki tema yang berisi.

Satu pemikiran pada “Shabby Chic Timbulkan Kesan Manis serta Romantis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *