Semua ArtikelTips dan Trik

Pola dan Tata Letak Rumah untuk Usia Lanjut

Source : Alodokter.com (foto usia senja)

Usia senja termasuk usia yang rentan bagi seseorang. Entah karena risiko terkena penyakit maupun hal lain yang membuat kesusahan dalam melakukan aktvitas seperti biasa. Untuk itu, mereka yang sudah berusia lanjut biasanya membutuhkan rumah yang nyaman, tidak susah untuk digunakan beraktivitas, dan mudah untuk disinggahi anak cucunya. Rumah dengan daya tahan tinggi tanpa memerlukan perbaikan banyak di kemudian hari merupakan hal yang dicari.

Rumah masa tua biasanya juga dibuat untuk tempat peristirahatan setelah pensiunan bekerja. Tidak butuh rumah yang mewah dan besar karena menurut data dari Skripsi Universitas Indonesia karya Evelin Sabrina Tampubolon saat memasuki usia lanjut terdapat beberapa perubahan karakter fisik serta kemampuan melihat dan lainnya juga menurun.

Berikut desain rumah yang cocok untuk usia lanjut :

  1. Rumah hanya satu tingkat
    Source : Indiearchitect.com (rumah satu lantai)

    Rumah ini sangat ideal untuk usia lanjut. Rumah yang memiliki tangga tidak cocok bagi mereka karena mereka cepat merasa lelah akibat penurunan fungsi otot serta sendi, sakit punggung, dan sakit kaki.

    Jadi usahakan semua ruangan terdapat di satu lantai. Seperti ruang tidur, ruang tamu, ruang makan, dan lainnya. Hal tersebut dilakukan juga untuk mengurangi kecelakaan yang tidak diinginkan saat berjalan.  Jika terpaksa harus menempati rumah yang lebih dari satu lantai, maka sangat dianjurkan untuk menggunakan alat bantu seperti kursi lift sederhana yang diletakkan di sisi tangga untuk membantu mereka naik ke atas.

    Source : Sats.arkamoving.com (lift kursi sederhana)
  2. Memiliki jendela yang banyak dan berukuran cukup besar
    Source : Idea-grid.id (jendela ukuran besar)

    Seperti penjelasan di atas bahwa kemampuan melihat saat usia senja mulai menurun. Maka dari itu mereka butuh pencahayaan yang cukup untuk huniannya. Penerangan yang baik pada saat siang hari adalah cahaya matahari masuk melalui jendela yang besar dan banyak. Selain untuk penerangan, cahaya dan udara alami yang masuk ke dalam rumah sangat baik untuk kesehatan mereka serta memberikan kenyamanan pada huniannya.

    Untuk pencahayaan malam hari, sebaiknya gunakan lampu putih karena tidak terlalu menghasilkan bayangan sehingga nyaman untuk mata lansia.  Pemilihan lampu pun harus dipertimbangkan meski terlihat sepele. Lampu fluorescent sangat direkomendasikan untuk penerangan pada malam hari karena mampu menyebarkan cahaya dengan baik. Terlebih jika memakai lampu fluorescent dari Philips, ia dipercaya sangat baik digunakan untuk usia lanjut karena tidak menimbulkan bayangan.

    Source : walmart.com (lampu fluorescent dari Philips)
  3. Garasi tidak jauh dari pintu utama

    Untuk usia senja yang masih beraktivitas, mobil menjadi kendaraan yang sangat diandalkan. Usia senja yang aktif biasanya masih sering ke pasar untuk berbelanja, ke supermarket, berobat ke dokter sendiri, bahkan mengunjungi anak cucunya. Maka dari itu, usahakan letak garasi dan pintu utama tidak terlalu jauh. Sangat tidak efisien rasanya jika seorang lansia berjalan jauh hanya untuk mengeluarkan mobil. Sebaiknya energi yang dimiliki digunakan untuk aktivitas lainnya.

  4. Perhatikan letak furniture dan risikonya

    Memilih dan meletakkan furnitur harus sesuai dengan kondisi mereka. Usahakan untuk memilih furniture yang tidak menyusahkan mereka, misalnya memilih rak di dapur dengan ketinggian yang dapat dijangkau. Mereka tidak harus menaiki sebuah tangga atau turun dari kursi roda saat akan mengambil peralatan makan.

    Demikian juga untuk kursi di ruang bersantai. Pilihlah yang tingginya pas. Kursi yang terlalu pendek akan menyusahkan mereka saat berdiri. Pilih juga sofa yang nyaman, sebaiknya tidak terlalu empuk atau keras untuk mengurangi risiko sakit pada tulang saat duduk. Jarak antar furnitur juga perlu disesuaikan dengan lebar kursi roda. Jangan sampai mereka kesulitan untuk melewatinya atau mungkin terjatuh karena menabraknya. Selain itu kurangi menggunakan furniture berisiko tinggi seperti yang memiliki permukaan keras dan tajam. Hal ini untuk mengurangi risiko benturan yang membahayakan jika terjadi kecelakaan, seperti terjatuh atau terpeleset.

  5. Tata letak kamar tidur dan kamar mandi

    Letak kamar mandi dan kamar tidur sebaiknya dibuat dekat atau menyatu. Hal ini untuk mempermudah mereka saat ingin ke kamar mandi, tidak perlu ke luar kamar tidur dan berjalan jauh. Gunakan juga pintu kamar mandi yang digeser untuk mempermudah serta tambahkan pegangan di sisi tertentu agar tidak mudah terjatuh. Pemilihan toilet juga sebaiknya menggunakan model duduk karena untuk mempermudah mereka bangun setelah buang air besar. Memperhitungkan jarak antara wastafel dan kloset juga penting, agar memudahkan mereka memutar kursi roda tanpa harus menyenggol barang-barang di kamar mandi. Lantai kamar mandi  juga sangat penting untuk diperhatikan kenyamanannya. Gunakan bahan yang anti selip dan tidak mengganggu kursi roda mereka untuk melaluinya.

  6. Meletakkan benda berbau sejarah

    Supaya mereka tidak merasa sepi di rumah, bisa juga menggunakan ornamen yang mengandung nilai sejarah bagi mereka. Misalnya, kamu bisa menempelkan berbagai macam foto yang menampilkan mereka saat muda, maupun benda-benda yang mengingatkan tentang kenangan masa lalu. Beragam ornamen klasik yang memiliki nilai historis bagi mereka tentunya akan membantu secara psikologis positif.

  7. Ajaklah berinteraksi

    Meski rancangan rumah untuk lansia sudah didesain dengan baik, tapi jika tidak ada interaksi rasanya percuma. Mereka akan tetap merasa kesepian dan tidak nyaman berada di rumahnya.  Ajak orangtua berbicara tentang beberapa topik yang disukai. Sesibuk apapun kegiatanmu, sempatkan waktu bersama mereka meski hanya dua hari sekali. Terpenting bagi waktu kualiatasmu dengan mereka selagi masih ada.

Baca juga :  Tips Ruang Terbatas Terasa Lebih Luas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *