ArsitekturSemua Artikel

Catatan Hitam-Putih Atap Pelana

Source : Unsplash/David Dvořáček

Sudah kurang-lebih sebulan rajin turun hujan di kota saya. Hujan akan turun sangat deras biasanya pada tengah malam sampai pagi. Hujan yang terjadi waktu hari gelap menyebabkan suhu terasa dingin saat munculnya matahari. Peristiwa itu hampir selalu terulang di setiap harinya.

Jika kita sedang berada di dalam hunian, hujan akan menimpa atap terlebih dahulu. Mulai dari setitik sampai beribu titik air hujan. Suara yang awalnya lirih akan berubah disertai gemuruh. Untung saja hujan yang deras itu tidak mengenai badan langsung. Rasanya saya ingin berterima kasih pada atap, sudah melindungi tubuh dari terpaan air hujan.

Source : Unsplash/chuttersnap

Atap menjadi unsur bangunan yang paling penting. Untuk apa dinding di sekeliling jika atap tidak ada? Salah satu jenis atap yang terkenal di Indonesia adalah atap pelana. Atap pelana bukanlah material untuk atap, tetapi salah satu strukturnya. Atap pelana hanya terdiri dari dua sisi miring membentuk segitiga yang ditopang dinding. Selain dinding, kamu bisa menggunakan material lain seperti kayu, besi, bahkan baja ringan untuk menopang strukturnya.

Kalau memperhatikan setiap rumah di Indonesia, kebanyakan memang memakai model atap pelana. Apalagi tempat hunian di perumahan, mayoritas rumahnya menggunakan atap pelana. Di Indonesia, atap pelana memang menjadi primadona. Apalagi jenis atap pelana ini fleksibel. Maksud fleksibel di sini adalah atap pelana bisa cocok dengan konsep rumah apapun. Rumah dengan gaya tradisional, modern, minimalis, industrial, bohemian, dan lain sebagainya cocok dengan atap pelana. Penggunaan atap ini juga terkenal dengan banyak kelebihan.

Baca juga :  Makna Fisik dan Filosofi Rumah Honai
Source : Unsplash/David Nieto

Apabila kamu mencari atap yang mudah dipasang, maka jawabannya adalah atap pelana. Modelnya sangat sederhana membuat pemasangannya mudah dan cepat. Kemiringan atap dapat disesuaikan dengan model bangunan. Namun pada umumnya atap pelana dibuat miring pada kisaran 30 sampai 40 derajat.

Selain mudah dipasang, atap jenis ini juga minim risiko terjadi kebocoran. Hal itu menjadi poin plus karena tidak adanya pertemuan arah air yang berbeda. Kemiringan atap juga membuat air hujan mengalir begitu saja tanpa hambatan. Dengan air hujan meluncur bebas, menyebabkan tidak adanya genangan air yang menumpuk. Adanya genangan air itulah yang jadi alasan atap kerap kali bocor.

Sudah tahan hujan, atap pelana juga miliki daya serap panas. Atap ini bisa menyerap panas matahari dengan baik. Apalagi jika bagian bawah dari atap pelana ditutup dengan plafon. Panas yang tembus dari atap bisa terisolasi di plafon dan menimbulkan hawa sejuk di area dalam rumah.

Source : Unsplash/Joss Woodhead

Dengan adanya plafon di bawah atap, membuat kamu memiliki ruangan tambahan di tempat hunian. Ruangan plafon itu dapat kamu manfaatkan menjadi gudang, kamar tambahan, juga loteng.

Kontruksi atap pelana sederhana. Bahan yang diperlukan juga tidak banyak. Dengan poin itu, maka pengeluaran untuk membangun atap pelana sangatlah sedikit. Harga atap pelana juga tergolong murah. Atapnya murah, bahan tambahan lainnya juga tidak banyak, hemat bukan? Kamu bisa menghemat biaya untuk membuat atap dan mengalihkan pada keperluan lain yang lebih penting. Banyaknya keuntungan dari pemakaian atap pelana menjadikan banyak orang menggunakannya.

Baca juga :  Perpustakaan Rumah Tingkatkan Minat Baca
Source : Unsplash/Julián Gentilezza

Ada putih maka ada hitam. Miliki kelebihan, pasti disertai kekurangan. Untuk memasang atap ini harus benar-benar memerhatikan tingkat kemiringan. Apabila terlalu curam, maka akan mudah lepas. Jika terlalu landai, air hujan tak dapat mengalir. Pembangunan yang terlalu landai juga bisa menyebabkan risiko roboh lebih besar karena menambah beban berat pada struktur. Atap pelana memiliki dua sisi. Apabila kedua sisi tersebut tidak seimbang, maka bisa roboh. Untuk itu dibutuhkan atap pelana yang seimbang agar tahan beban terjangan angin.

Sama seperti yang lainnya, atap dijadikan tameng utama terhadap paparan sinar matahari dan air hujan. Dengan terus menerus terkena hujan dan cahaya matahari, atap akan mudah retak. Untuk menghindari terjadinya hal tersebut maka tambahlah overstek pada atap. Kira-kira perlu tambahan 1 sampai 1,5 meter guna mengurangi terpaan angin, air hujan, dan paparan matahari. Overstek sendiri merupakan bagian dari struktur atap yang berfungsi untuk melindungi dinding dari terpaan air dan sinar matahari agar tidak terkena langsung ke bangunan.

Diperlukan kecermatan dalam membangun atap pelana. Namun jika dibandingkan dengan kekurangannya, atap jenis ini lebih mempunyai banyak kelebihan. Itulah yang menjadi alasan atap pelana jadi pilihan. Maka apabila ingin membangun hunian, pastikan atap pelana digunakan.

2 pemikiran pada “Catatan Hitam-Putih Atap Pelana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *