ReviewSemua Artikel

Perpustakaan Rumah Tingkatkan Minat Baca

Source : c2o-library.net

Perpustakaan menjadi salah satu tempat bagi pelajar atau mahasiswa yang memerlukan literatur dan referensi buku. Dari perpustakaan, kamu bisa meminjam berbagai macam buku dengan genre yang beragam. Apalagi jika buku yang kamu ingin berharga tinggi. Nah, perpustakaan menjadi solusi untuk mendapatkan buku yang dicari. Di Surabaya terdapat perpustakaan yang unik.

Perpustakaan ini didirikan oleh Kathleen Azali bersama kakak laki – lakinya yaitu Erwin Azali. Perpustakaan yang dikelola secara swadaya ini telah didirikan sejak 6 Desember 2008 dengan menerapkan konsep seperti rumah pribadi.

Source : Kenangan.com

Perpustakaan diberi nama C20 yang merupakan singkatan dari Cipto 20. Jalan Cipto no 22 merupakan alamat berdirinya perpustakaan “rumah” ini. Bangunan ini berbentuk persegi panjang dengan ukuran 4 x 15 meter. Ruangan itu dibagi menjadi empat tanpa ada sekat yang memisahkan kecuali antara ruang tengah dengan dapur. Perbedaan ruangan diperlihatkan dengan warna dinding yang dicat tidak sama. Menyasar anak muda, Kathleen mengecat ruangannya dengan warna – warna yang cerah seperti hijau, kuning, dan oranye.

Di beberapa sisi, beliau menyediakan meja dan kursi untuk mereka yang ingin membaca di tempat. Bagi yang suka lesehan, Kathleen menyediakan hamparan alas busa warna – warni dan beberapa bantal kecil. Penataan dalam ruangan yang seperti itu menimbulkan suasana nyaman sehingga pengunjung bisa merasakan membaca seperti di rumah sendiri. Kathleen pun mengatakan, “Kalau ada yang mau seharian baca di sini, boleh saja.”

Baca juga :  Asrama Inggrisan, Peninggalan Sejarah yang Terbengkalai

Dikutip dari radiobuku.com, tujuan utama Kathleen membuka Perpustakaan C2O memang tidak untuk memperoleh profit. Dia ingin menularkan minat baca kepada banyak orang. Sekaligus memberi akses kepada masyarakat untuk membaca buku yang mungkin jarang beredar di Surabaya.

Source : c20-library.net

Dilansir dari suarasurabaya.net, “Jadi memang sedari awal, kita konsepnya kayak di rumah, orang merasa nyaman, terutama dari koleksi buku ada genrenya sendiri ya diperkuat, lebih ke memilah buku sih,” ujar Jualiana, admin sekaligus front office dari C2O Library.

Di ruang utama, pengunjung sudah dijejali dengan rak-rak besar dan tinggi yang dipenuhi beragam genre buku. Di ruang yang sama juga terdapat beberapa meja dan kursi untuk membaca.

Selain di ruang utama, para pembaca juga bisa menggunakan lorong samping perpustakaan yang berkonsep outdoor and fresh. Sehingga pembaca bisa menikmati kegiatan membaca dengan tenang dan udara yang segar.

Source : Suarasurabaya.net / Tima

Sedangkan di sisi paling belakang, terdapat ruangan yang biasanya digunakan komunitas maupun pihak C2O untuk mengadakan workshop, seminar, diskusi, maupun kegiatan kolaborasi lain. Hal itu selaras dengan konsep perpustakaan C2O yang mengusung tema collabtive.

Di lantai dua, terdapat ruangan co-working berguna bagi para pembaca yang ingin lebih aktif berdiskusi. Di sana pembaca juga bisa membaca sambil menikmati suasana yang nyaman dari balkon.

Baca juga :  Desain Bohemian Pembangkit Roh Halus dan Milik Para Seniman
Source : c2o-library.net

Alumnus Desain Komunikasi Visual (DKV) Institur Teknologi 10 November (ITS) ini menyediakan lebih dari 7.000 koleksi buku, majalah, komik, zine dalam bahasa Indonesia dan Inggris. C2O juga memberikan fasilitas berupa ruang khusus untuk belajar, dilengkapi dengan Internet dan printer-fotokopi-scanner. Dengan lokasi strategis dan tenang, dilengkapi kemudahan mendapatkan bahan referensi berkualitas dari perpustakaan, peralatan audio-visual, ruang pertemuan, dan galeri serbaguna untuk menyelenggarakan lokakarya, diskusi, seminar, pameran, dan sebagainya.

Perpustakaan pada umumnya adalah ruang yang dianggap “menyeramkan” oleh sebagian orang karena tempatnya dirasa kurang nyaman. Sehingga orang pun terkadang senggan untuk mengunjungi perpustakaan. Namun, C20 Library & Collabtive di sini akan menumbuhkan minat pembaca karena tempatnya yang nyaman serasa di rumah sendiri. Inovasi dan ide kreatif juga tergambarkan melalui perpustakaan ini. Dengan desain dan fasilitas menunjang maka akan lebih banyak pengunjung yang datang ke tempat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *