ReviewSemua Artikel

Inset House Hadirkan Konsep Taman Melayang Dalam Rumah

Kembali pada sebuah rubrik yang membahas sebuah bangunan dengan arsitektur menarik. Saat ini memang sedang menjadi tren rumah dengan gaya yang unik agar terlihat karakterisitik dari suatu bangunan tersebut. Seperti halnya nampak pada rumah yang terletak di Jatibening, Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat ini. Ketertarikan atas konsep taman melayang adalah alasan dari mengapa rumah ini kami ulas di rubrik review. Proyek rumah yang menghabiskan dana kurang lebih satu setengah hingga dua milliar rupiah ini dibangun dengan konsep matang oleh Delution. Delution sendiri merupakan salah satu perusahaan jasa arsitek. Delution sendiri sudah membangun ratusan rumah sejak 2013, dan tampak serius sekali di setiap rumah rancangannya. Proyek rumah Inset ini telah usai digarap tahun 2016 lalu.

Inset House berasal dari sebuah konsep Intersection terjadi pada sebuah Bangunan Rumah Tinggal, di mana “Taman Melayang” menjadi benda yang sengaja diselipkan ke muka bangunan untuk memberikan beragam manfaat bagi rumah ini saat ditinggali penghuninya. Dimulai dari masalah rumah menghadap barat, arsitek mencoba mengeksplore fasad dan bagian depan rumah menjadi area yang bisa menyiasati panas matahari sore dari arah barat.

Baca juga :  Nikmati Sinar Mentari Terbenam di Café del Mar
(archify.com)

Dimulai dari lantai 1, terlindungi oleh overstack lantai 2 yang cukup jauh sehingga panas matahari barat tidak akan menyentuh ruang utama di lantai 1 rumah ini, panas akan terhenti di area tamu informal yang dilengkapi oleh kolam dan taman sebagai pendinginnya. Masih seputar strategi menghalau panas matahari barat, lantai 2 dimiringkan masing-masingnya agar tidak bertabrakan tegak lurus dengan panas matahari sore, di berikan juga second skin berupa kayu bergaris sebagai penghalau utama panasnya.

Di balik second skin tersebut di berikan bukaan jendela kamar yang “sipit” agar mereduksi panas yang masuk. Hal ini bisa dibilang sebagai “Perlindungan dan siasat berlapis” untuk berperang melawan panasnya matahari barat yang memang menjadi isu utama. Taman terbang berperan sebagai mahkota utama, memiliki beragam fungsi yang akhirnya membuat rumah ini terasa indah dan lebih sejuk. Selain berfungsi sebagai penghalau panas dan elemen utama fasad bangunan, taman ini menjadi View yang baik bagi 3 ruangan yang ada di lantai 2, yaitu kamar utama, koridor, dan kamar anak. Tidak lupa taman terbang ini juga menjadi balkon privat bagi kamar utama. Ini membuat seolah lokasi di lantai atas menjadi seperti di lantai dasar.

Baca juga :  Maksimalkan Desain, Untuk Nilai Fungsi Tambahan
(arsitag.com)

Di samping beragam strategi untuk melawan panas matahari barat, rumah ini memiliki pemrograman lantai 1 yang sangat minim sekat atau dinding. Hal ini untuk mengakomodir keinginan utama klient yang ingin rumah terasa luas dan tidak terkotakan oleh dinding, mengingat lantai 1 adalah area aktifitas bersama antara anggota keluarga. Sewaktu-waktu juga bisa digunakan untuk mengadakan berbagai acara kebersamaan dengan keluarga dan teman-temannya mengingat itulah hobi pemilik rumah. Pada area di bawah tangga, arsitek merancang furniture multifungsi yang bisa berubah menjadi tempat tidur dan sofa, bila tidak digunakan dapat kembali menjadi tangga. Sehingga penghuni dapat fleksibel dalam pemanfaataannya.

Rancangan yang menarik dan dibarengi dengan fungsi yang jelas menambah nilai plus dari bangunan ini, sehingga pemilik merasakan kenyamanan dan juga estetika yang tak kalah menarik. Jadi coba pikirkan ulang konsep yang telah anda rancang agar fungsi maksimal dan juga estetik yang tak kalah ciamik seperti Inset House ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *