ArsitekturSemua Artikel

Mana Lebih Baik, Bata Merah atau Batako?

Source : lekbur.com

Dalam membangun rumah atau bangunan jelas membutuhkan dinding yang kokoh. Hal yang perlu diperhatikan adalah material digunakan dalam membuat dinding tersebut. Seperti batu bata yang digunakan dan campuran perekat seperti apa. Tidak hanya ditinjau dari harga, banyak pertimbangan lain yang juga perlu diperhatikan. Seperti ketahanaan material yang digunakan dalam jangka waktu  lama.

Untuk  membuat tembok atau dinding, masyarakat Indonesia biasanya menggunakan batu bata merah atau batako. Penggunaan yang berbahan kayu jarang ditemui di Indonesia lantaran kondisi cuacanya yang mudah lembab.

Penggunaan batu bata merah dan batako dianggap sangat cocok untuk membangun rumah di Indonesia dengan tingakat kelembapan yang tinggi. Indonesia juga merupakan negara rawan gempa. Oleh karena itu bata yang kuat sangat disarankan untuk membuat rumah tetap kokoh. Kali ini kami akan mengulas tentang kelebihan dan kekurangan batu bata merah dan batako yang sering digunakan di Indonesia.

Design by arsminimalis

Batu bata merah merupakan bahan bangunan paling umum yang mudah ditemukan di mana saja. Batu bata merah atau biasa disebut bata merah ini terbuat dari tanah liat yang pembuatannya dilakukan pembakaran dengan suhu yang tinggi. Pembakaran pada bata merah ini bertujuan untuk mengeringkan batu sehingga bisa lebih kuat dan awet. Selain awet dan kuat, batu bata merah banyak dipilih karena murah. Dari segi struktur mempunyai kekuatan yang tahan lama dibanding batako. Siapapun bisa memasangnya jadi tidak diperlukan keahlian khusus. Bata merah juga tahan terhadap api dan jarang terjadi retak – retak pada dinding.

Baca juga :  Yuk Belajar Tentang Pencahayaan dan Penghawaan yang Baik Pada Bangunan Rumah!
Sumber : arsitag.com

Namun ada beberapa kekurangan pula dari bata merah yang perlu kamu ketahui. Arsitag.com menyebutkan kekurangan bata merah yaitu antara lain bentuknya tidak seragam menyebabkan kesulitan dalam membangun dinding yang rapi; boros dalam penggunaan bahan perekat dikarenakan memiliki siar yang besar; gampang menyerap suhu sehingga terasa panas saat musim kemarau dan dingin ketika musim penghujan; tingkat kualitas tidak bisa diketahui dengan pasti karena pembuatannya masih dilakukan secara tradisional; pemasangan tidak rapi mengharuskan penerapan bahan plesteran yang tebal; waktu pengeringannya cenderung lebih lama daripada material – material yang lain.

Untuk mengetes atau mengetahui kualitas bahan batu bata merah yang baik, kamu bisa memasukkan bata merah ke dalam air, jika kamu membelah batanya dan memiliki warna merah yang merata maka bata tersebut memiliki kualitas yang cukup baik.

Batu bata merah bisa juga digunakan untuk memberikan kesan natural. Sehingga setelah melakukan perekatan tidak lagi diplester. Namun, karena terkadang ukuran batu bata merah yang tidak rata hal itu membutuhkan usaha yang lebih dalam mempercantiknya.

Sumber : dekoruma.com

Selain batu bata merah, yang cukup sering digunakan adalah batako. Batako merupakan bata yang terbuat dari bahan campuran semen dan pasir yang dicetak menggunakan cetakan dengan cara manual maupun mesin pres. Ada juga batako yang terbuat dari bahan campuran batu tras, kapur, dan juga air.

Baca juga :  Dari Kandang Kuda Hingga Menjadi Rumah Kaya Sejarah
Sumber : architectaria.com

Menurut arsiteki.com, ia menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari batako. Untuk kelebihannya batako memiliki ukuran yang lebih besar sehingga efektif dalam pengerjaan dan hemat biaya; memiliki ukuran yang seragam dan apabila dipotong lebih mudah rapi; memiliki berat yang lebih ringan dibandingkan dengan bata merah; kedap terhadap air sehingga kecil kemungkinan terjadi rembesan air.

Kemudian untuk kekurangan dari batako adalah anatara lain kekuatan batako lebih rendah dibandingkan dengan bata merah; adanya rongga di tengah batako yang mengakibatkan dinding lebih rentan mengalami keretakan; batako cenderung menyerap panas.

Sumber : arsitag.com

Faktor – faktor yang mempengaruhi mutu batako dan memenuhi syarat SII adalah tergantung pada faktor air semen (f.a.s), umur batako, kepadatan batako, bentuk dan tekstur batuan, ukuran agregat, dan lain – lain. Faktor – faktor ini disebutkan dalam jurnalnya Darmono yang berjudul “Tekonologi Pembuatan Bahan Bangunan Berbahan Pasir (Batako) Hasil Erupsi Merapi di Lereng Bagian Utara”.

Untuk membuat dinding rumah perlu diperhatikan lagi kebutuhan seperti apa sehingga tidak salah dalam memilih material. Batu bata merah ataupun batu batako sama – sama memiliki kekurangan dan kelebihan seperti yang sudah diulaskan tadi.

Lebih kenali lagi material yang digunakan dalam membangun rumah agar tercipta hunian nyaman dan tetap memiliki fungsi efektif.

Satu pemikiran pada “Mana Lebih Baik, Bata Merah atau Batako?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *