Semua ArtikelUlasan Mendalam

Harga Murah, Asbes Jadi Sebab Nafas Susah (Final Part)

Source : nasional.tempo.co

Alternatif Penggunaan Atap Rumah Hunian Selain Asbes

Seperti pada penjelasan artikel part sebelumnya bahwa pengguna asbes makin hari makin meningkat karena harganya yang murah dan cara pakainya pun mudah. Namun siapa sangka asbes murah dapat menyebabkan kesehatan melemah.  Mengerikan sekali bukan?

Saatnya kita beralih pada material bangunan yang ramah lingkungan dan baik untuk kesehatan. Meski harganya sedikit mahal, tetapi baik untuk kesehatan lebih baik daripada murah namun mematikan. Terdapat beberapa macam material dan model atap lainnya yang lebih baik daripada asbes adalah sebagai berikut.

  1. Menggunakan Atap Go Green.
    ©berita property 99.co

    Saat ini, atap go green sedang naik daun karena memiliki kelebihan seperti anti karat dan lapisan untuk meredam sinar ultraviolet. Atap go green ini memiliki bentuk mirip asbes, bergelombang. Namun bahan dasar dari atap ini sangat jauh berbeda dengan asbes. Dibandingkan dengan bahan asbes ataupun seng, atap go green memang terhitung lebih ringan, tapi atap ini mampu menahan beban lebih dari 100 kg. Hal ini dikarenakan gelombang mikro yang ada pada permukaan penutup atap go green menambah kekuatan dan fleksibilitas atap.

    ©berita property 99.co

    Formula plastik baja dan teknologi kekinian, yang digunakan untuk penutup atap go green juga  ramah lingkungan ini, lebih kuat dibandingkan penutup lainnya.

    ©berita property 99.co

    Cara pakainya pun juga mudah seperti asbes. Hal ini karena sifat dari atapnya  yang ringan. Jadi hal ini lebih mudah dipasang serta menghemat waktu dan biaya. Pengaplikasian atap go green bisa lebih sempurna jika menggunakan kerangka atap baja ringan.

    ©berita property 99.co

    Menurut ulasan pada 99.co, atap go green telah lulus uji bahan B3, 100% bebas dari toxic dan bahan asbetos. Tentu atap ini sangat aman untuk kesehatan. Saat atap tidak digunakan lagi, penutup atap ini masih bisa didaur ulang kembali. Selain itu atap macam ini bisa juga menurunkan suhu diluar ruangan hingga 30%. Ruangan tidak terpengaruh oleh suhu di luar, masuk rumah pun tetap sejuk dan nyaman untuk ditinggali.

    Harganya yang murah dengan performa bagus juga menjadi alasan mengapa atap go green sangat diminati. Memang mahal jika dibandingkan dengan asbes. Tapi atap ini murah daripada jenis invideck, alderon, dan onduline. Menurut promutu.com, atap go green dibandrol dengan harga Rp 52.000 hingga Rp 61.000 per lembar. Tiap lembar memiliki ukuran 210 x 80 cm.

    ©berita property 99.co

    Atap seperti ini juga sering digunakan oleh rumah hunian modern yang beriklim tropis seperti Indonesia. Jadi mulai sekarang, masyarakat Indonesia bisa beralih dari asbes pada atap go green yang jauh lebih aman, nyaman, dan ramah lingkungan.

  2. Mengecat Atap Rumah dengan Warna Putih.
    ©intisari online

    Kebanyakan genteng yang dipakai sebagai atap rumah menggunakan warna merah maroon atau pun coklat. Mengubah warna atap/genteng dengan warna putih ternyata memiliki manfaat lebih. Meski cepat kotor, warna ini ternyata mampu mencegah terjadinya gelombang panas. Dengan usaha menurunkan suhu panas berlebihan dapat mengurangi risiko serangan jantung, dehidrasi, demam, bahkan kematian.

    Hal ini dibuktikan dari studi yang dipublikasikan pada Environment International, bahwa atap putih bisa menurunkan suhu hingga 3 derajat celcius. Hal ini dikarenakan warna putih dapat memantulkan panas kembali ke luar angkasa. Jika hal tersebut dilakukan oleh setengah saja penduduk dunia, tentunya bisa membantu mengurangi udara panas yang ditimbulkan.

    Contoh kasus yang terjadi di Los Angeles, mereka mengumumkan rencananya untuk mengurangi panas hingga 3 derajat dalam dua dekade berikutnya dengan mengecat jalan-jalannya dengan cat CoolSeal berwarna abu-abu terang.

  3. Menggunakan Bambu sebagai Atap Rumah
    ©kumparan

    Selain baja ringan, asbes, genteng, dan atap go green, ada juga bambu sebagai material ramah lingkungan. Bambu merupakan salah satu material ramah lingkungan yang kian populer. Bambu sendiri sudah dikenal sejak zaman dulu dan sering digunakan karena sangat kuat dalam menopang beban berat, meski bobot bambunya ringan.

    Tanaman kesukaan panda ini juga tumbuh dengan cepat di alam bebas sehingga tidak ada kekhawatiran akan berkurangnya stok bambu. Tidak hanya menjadi material ramah lingkungan, tanaman bambu juga bisa meningkatkan nilai estetik pada sebuah bangunan. Bambu juga sangat aman untuk kesehatan. Menggunakan bambu sebagai atap rumah tak perlu risau akan penyakit yang akan muncul.

  4. Menggunakan Insulasi Pada Atap
    boombastis.com

    Agar ruangan dalam rumah tidak kepanasan, kita bisa gunakan sebuah benda peredam. Biasa dikenal dengan nama insulasi. Terdapat beberapa macam insulasi seperti aluminium foil, glasswool dan bubble foil. Tapi perlu diingat, sebelum memasang insulasi pada atap juga harus mempertimbangkan banyak hal. Contohnya bentuk atap dan banyaknya insulasi yang dibutuhkan. Jika atap rumah terpaksa menggunakan asbes, penggunaan insulasi juga merupakan cara menghindari sel halus terhirup langsung oleh hidung dan masuk paru-paru. Namun, asbes tetap harus diganti saat mengalami kerusakan meski menggunakan insulasi.

  5. Menggunakan Tanah Yang Dipadatkan
    ©kumparan

    Jarang sekali terpikirkan memanfaatkan tanah yang dipadatkan sebagai material ramah lingkungan untuk atap rumah. Ternyata, teknik ini sudah diterapkan oleh nenek moyang kita sejak ribuan tahun lalu dan terbukti tahan lama. Tanah yang dipadatkan ini dijadikan sebagai material ramah lingkungan pengganti beton yang kualitas dan kekuatannya tidak kalah saing. Rumah akan terasa lebih sejuk dan alami. Selain itu, dengan menggunakan tanah yang dipadatkan, kita tidak perlu membeli penutup rumah tambahan seperti atap go green, genteng, seng, dan semacamnya. Tanah juga mudah didapat. Jadi, untuk apa menggunakan material yang harus membeli dan membahayakan kesehatan kalau gratis dan ramah lingkungan juga bisa digunakan.

Baca juga :  MO House, Konsep Modern Co-Housing Untuk Merubah Lifestyling

2 pemikiran pada “Harga Murah, Asbes Jadi Sebab Nafas Susah (Final Part)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *