Semua ArtikelUlasan Mendalam

Harga Murah, Asbes Jadi Sebab Nafas Susah (Part 4)

Potret : Asbes dan Masyarakat Indonesia yang Hidup Berdampingan

Atap asbes adalah jenis atap yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Atap ini terbuat dari asbes semen atau fiber. Bentuknya berupa lembaran tipis bergelombang yang memiliki ragam gelombang, baik kecil maupun besar. Ukuran panjang dan tebalnya pun bermacam-macam.

Atap ini tidak bisa memantulkan sinar matahari. Akan tetapi, ia menyerap sinar matahari. Atap asbes sering digunakan sebagai penutup atap garasi. Selain itu, ada banyak orang juga yang menggunakannya sebagai atap rumah mereka tinggal.

Awalnya, atap asbes ditemukan dan mulai dipakai pada abad 19. Masuk pada abad 20, muncullah keprihatinan bahwa banyak penambang asbes yang meninggal. Hal ini sebabkan karena zat asbes yang terhirup oleh para penambang. Maka dari itu, pada 1970an, penggunaan bahan asbes mulai dibatasi dan tidak dianjurkan, bahkan pemakaian bahan asbes sudah dilarang di Jepang.

Baca juga :  Mengenal Fungsi Dapur, Tata Letak serta Pemilihan Warna yang Baik

Mengapa hal ini terjadi? Asbes terdiri dari partikel mikro yang tidak terlihat di udara sehingga bisa memicu kanker paru-paru. Tidak hanya kanker paru-paru, atap asbes bisa memicu penyakit lainnya. Hal yang sama juga bisa terjadi pada diri kita. Bila kita menggunakan atap asbes sebagai atap rumah, ada kemungkinan kita menghirup zat asbes yang sangat kecil. Mungkin akan terasa biasa-biasa saja. Namun, efeknya akan muncul setelah berpuluh-puluh tahun kemudian.

Sumber : doktersehat.com (salah satu produksi asbes yang merupakan bahan baku dari sebuah hunian dengan harga terjangkau)
Sumber : dekoruma.com (Pemasangan dari asbes terlihat begitu mudah di salah satu rumah, sehingga banyak masyarakat memilih menggunakan asbes daripada genteng)
Sumber : dekoruma.com (Bahaya asbes mulai terasa saat rerontokan dari puing-puing jatuh ke ruangan di bawahnya, lalu terhirup oleh manusia)
Sumber : mediajabar.com (Dampak penggunaan asbes mungkin tidak dirasakan dalam jangka dekat, namun jika banyak serat asbes yang masuk ke tubuh manusia, serat-serat tersebut akan merusak paru-paru)
Sumber : tribunnews.com (Masih banyak pengguna asbes di Indonesia, Khususnya kalangan menengah kebawah)
Sumber : rumah123.com (sayangnya banyak masyarakat yang mengabaikan pentingnya perawatan asbes, bahkan beberapa orang terkesan membiarkan asbes yang sudah rusak, asalkan masih bisa digunakan)
(Potongan dari asbes yang terdiri dari serabut serabut yang berbahaya bila masuk kedalam tubuh manusia)
Sumber : 99.co (Pemasangan asbes di salah satu pembangunan rumah di Australia, dan juga masih diminati walau mengerti bahaya yang di akibatkan penggunaannya)
Sumber : kompasiana.com (Indonesia merupakan 10 besar pengimpor dari asbes, karena banyaknya minat penggunaan dari asbes di Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *