Semua ArtikelUlasan Mendalam

Harga Murah, Asbes Jadi Sebab Nafas Susah (Part 2)

Source : sayaajarkan.com

Data Kasus Kematian Karena Asbes

Murah dan mudah didapat. Alasan itulah yang masih menjadi penyebab utama asbes masih eksis di kalangan masyarakat Indonesia.

Bahkan dilansir dari inaban.org, merujuk dari data BPS total rumah tangga di Indonesia yang tercatat sampai tahun 2015 adalah sebanyak 55.588.400 rumah tangga. Sedikitnya sebanyak 6 juta rumah tangga masih menggunakan asbes sebagai atap utama rumah mereka. Hal yang lebih memprihatinkan lagi 6 juta pengguna asbes tersebut mayoritas adalah kalangan menengah kebawah. Di mana memang mereka seakan mengenyampingkan faktor kesehatan dengan alasan untuk menunjang atau bertahan hidup.

Di beberapa negara asbes mulai diilegalkan. Dikutip dari kompasiana.com sebanyak 52 negara sudah melarang penggunaan asbes. pengilegalan tersebut bukan tanpa alasan. Dimuat pada laman inaban.org yang melansir dari data vizhub.healthdata.org (mengacu pada artikel ilmiah berjudul “Estimation of the Global Burden of Mesothelioma Deaths from Incomplete National Mortality Data”) mengenai laporan tentang perkiraan kematian akibat penyakit yang berhubungan dengan dampak buruk dari asbes di seluruh dunia pada tahun 2016.

sumber : 99.co

Dari hasil penelitian tersebut, dari 164 negara pengguna asbes aktif China menduduki negara pertama yang memiliki perkiraan jumlah kematian tertinggi yang diduga diakibatkan oleh asbes. Di mana kematian disana sudah mencapai angka 20.940 jiwa pada tahun 2016 lalu. Lalu pada urutan kedua diduduki oleh India, dengan angka kematian di negara tersebut yang diduga disebabkan karena asbes sudah mencapai angka 7.136 jiwa.

Baca juga :  Rumah Mewah Kaya Histori di Kampung Kemasan

Dilansir juga dari kompasiana.com, organisasi kesehatan dunia WHO mengatakan bahwa angka kematian yang diakibatkan dari paparan asbes sudah mencapai 107.000-122.000 kematian.

Sedangkan menurut laporan dari ILO (International Labour Organization) yang diwakili oleh Fransisco pada seminar asbestos, mengungkapkan bahwa sebanyak 54,7 persen kasus kangker di dunia setengahnya disebabkan oleh asbestos.

Design by arsminimalis

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Di Indonesia sendiri asbes masih legal untuk digunakan. Padahal Indonesia sudah menduduki peringkat ke-12 akibat kematian yang diduga karena asbes. Kasusnya sebanyak 360 jiwa pada tahun 1990. Sedangkan pada tahun 2016 lalu angka kematiannya sudah mencapai 984 jiwa. Jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah jika penggunaan asbes masih sangat banyak seperti sekarang.

“Di Indonesia asbes masih legal. 90 persen bahan bakunya digunakan menjadi atap asbes. Lalu siapa yang beresiko? Ya pekerja, masyarakat, dan di beberapa wilayah bencana, pekerja kemanusiaan juga sangat beresiko,” papar Darisman selaku Board Indonesia Ban Asbestos Network (INA–BAN) pada lionidonesia.org.

Darisman juga menjelaskan bahwa sebenarnya indonesia sendiri tidak memiliki tambang asbes. Semua bahan material pembuatan asbes adalah hasil import dari negara lain. Hal itu yang membuat Indonesia tidak akan mendapat banyak masalah jika proses import tersebut dihentikan agar asbes di Indonesia juga tidak diproduksi lagi.

Baca juga :  Dari Kandang Kuda Hingga Menjadi Rumah Kaya Sejarah

Dari pihak pemerintah sebenarnya bukan tanpa upaya untuk mencegah penggunaan asbes di Indoneisa. Pemerintah sudah berupaya melarang penggunaan asbes dengan ditandai pada UU No. 22/1993, UU 1/70 PP dari Menaker UU 1/1980. Lalu ada PP No. 74 tahun 2001 tentang pengelolaan bahan beracun berbahaya (B3) jenis abest chrysotile, asbes juga termasuk dalam kriteria itu.

Namun rasanya peraturan itu masih terlalu lunak. Di mana belum mengakibatkan efek jera atau takut kepada produsen dan importir asbes. Terlebih lagi juga karena tingginya permintaan asbes di Indonesia. Membuat pemerintah harus berfikir ulang untuk memberikan solusi yang tepat ketika mengilegalkan asbes.

Jika berkaca dari upaya negara lain, salah satunya Vietnam, mereka mengambil langkah dengan melakukan pergantian bahan. Lalu pada pabrik yang dahulu menggunakan bahan baku asbes sekarang diganti menggunakan bahan soelulosa. Hal itu dirasa cukup ampuh. Pengilegalan asbes bisa dibilang secara bertahap dan ada jalan keluar lain dengan menggunakan bahan soelulosa.

Tentu pemerintah sudah mulai harus bertindak dengan serius dalam menanggulangi bencana akibat asbes ini. Walaupun terbilang angka kematian di Indonesia relatif masih sedikit dibandingkan dengan negara lain. Namun dengan banyaknya penggunaan asbes di Indonesia bukan tidak mungkin 10 – 15 tahun kedepan Indonesia bisa menjadi negara dengan angka kematian terbesar karena asbes.

Satu pemikiran pada “Harga Murah, Asbes Jadi Sebab Nafas Susah (Part 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *