BiografiSemua Artikel

Ayah Maia Estianty, Pionir Pendidikan Arsitektur di Surabaya

Source : Instagram/@maiaestiantyreal

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Pepatah tersebut rasanya cocok untuk disematkan kepada sosok anak dan ayah ini. Maia Estianty dan sang ayah Harjono sigit. Dalam blantika musik Indonesia siapa yang tidak mengenal Maia. Sosok wanita yang berhasil meraih puncak karirnya dalam blantika musik di kisaran tahun 2000-an bersama Duo Ratu. Siapa sangka pula dibalik kesuksesannya ternyata ada sosok ayah yang juga yang dianggap menjadi salah satu orang penting di dunia arsitektur, Harjono Sigit.

Harjono Sigit lahir pada 21 September 1939 di Madiun. Ia adalah cucu dari Haji Oemar Said Tjokroaminoto yaitu seorang tokoh pendiri organisasi Serekat Islam di Idonesia. Harjono Sigit mengawali pendidikannya di tanah kelahirannya yaitu Madiun. Sigit tinggal di Madiun sampai pendidikan SMA-nya selesai, yaitu pada tahun 1958. Selepas itu ia melanjutkan pendidikannya di Bandung yaitu pada Institut Teknologi Bandung (ITB). Di ITB ia mengambil jurusan Arsitektur dan lulus pada tahun 1964 dengan gelar Insinyur. Setelah itu ia juga sempat mengambil kursus singkat di STAGE, Perancis pada tahun 1970.

(Sumber : Brilio.net)

Selama mengenyam pendidikan di ITB, Harjono mendapatkan pendidikan tentang arsitektur modern. Di mana gaya arsitektur modern kala itu sedang menyita perhatian dunia dan menjadi dambaan. Namun di sisi lain Harjono juga mendapatkan pendidikan tentang arsitektur tropis yang meng-Indonesia.

Baca juga :  Menara Siger yang Unik dan Estetik Kebanggan Lampung

“Dahulu, yang paling menekankan tentang pentingnya arsitektur tropis adalah Prof V.R. Van Romondt,” ingat Harjono seperti yang dilansir dari arsitektur-indonesia.com. Karena terinspirasi dari dosennya kala itu, Harjono berambisi untuk menciptakan gaya “Arsitektur Indonesia”, yaitu sebuah gaya arsitektur yang mengkombinasikan unsur tradisional dengan sentuhan modern untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kontemporer.

Setelah lulus dari ITB, Harjono pun menjadi salah satu arsitek terkenal dan berpengaruh di Indonesia. Ia juga menjadi salah satu sosok penting dalam perkembangan arsitektur modern di Surabaya. Selain menjadi sosok penting dalam perkembangan arsitektur modern di Surabaya, Harjono juga berperan penting dalam pengembangan pendidikan arsitektur di Surabaya. Hal itu ditandai dengan berdirinya program studi Arsitektur di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) di Surabaya. Program studi tersebut ia bangun bersama temannya yang juga lulusan dari ITB. Karena perannya dalam mengembangkan pendidikan arsitektur di Surabaya, Harjono sempat diberikan kepercayaan menjadi Dekan Fakultas Teknik Arsitektur ITS Surabaya pada tahun 1970 – 1974. Setelah menjadi dekan, Harjono juga sempat menjadi pembantu rektor II di ITS, sampai akhirnya Harjono diberikan kepercayaan menjadi  Rektor di ITS Surabaya pada tahun 1982 – 1986.

(Sumber : Instagram @harjonosigit)

Karya – karyanya selalu identik dengan ciri khas dan bentuk yang konsisten dalam penggunaan material dan pemanfaatan iklim tropis, di mana model bangunan tersebut sangat cocok untuk daerah Indonesia. Sepanjang karirnya, sudah banyak karya bangunannya mulai dari Pasuruan, Gresik, Surabaya, hingga Samarinda dan beberapa daerah lainnya. Total sudah 24 karya telah Hartono sumbangkan untuk dunia arsitektur di Indonesia.

Baca juga :  Filosofi Bentuk Rumah Adat Suku Badui

Berikut adalah beberapa Karya – karya yang megah dari Harjono :

  1. Pasar Atum, Surabaya, Jawa Timur (1977-1982)

    (Sumber : brilio.net)
  2. Guest House Perhutani KPH Cepu, Jawa Tengah (1965)

    (Sumber : brilio.net)
  3. Proyek Kantor Pusat IKIP Surabaya (1965)

    (Sumber : brilio.net)
  4. Gedung PPS Semen Gresik (1965)

    (Sumber : brilio.net)
  5. Kantor Direksi Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, Surabaya (1972)

    (Sumber : brilio.net)
  6. Balai Kota Samarinda, Kalimantan Timur (1973)

    (Sumber : brilio.net)

Selain kegigihannya dalam mengembangkan dunia arsitektur di Indoneisa, ada hal lain yang bisa kita tiru dari Harjono. Ia dikenal sebagai pribadi yang romantis dan sayang keluarga. Harjono sendiri memiliki enam orang anak dari pernikahannya bersama dengan Khustini. Ke enam orang anak tersebut adalah Hendy Sutanto, Winny Sulistianti, Pingky Evianti, Astri Meriyanti, Maia Estianti, dan Syntia Livianti. Harjono dikenal sebagai seorang yang Family Man. Hal itu bisa dilihat dari deretan foto yang diunggah Harjono di laman akun Instagramnya. Baik keromantisan bersama sang istri atau keakraban bersama keluarga besarnya, ia pamerkan lewat akun Instagram miliknya.

(Sumber : Instagram @harjonosigit)
(Sumber : Instagram @harjonosigit)
(Sumber : Instagram @harjonosigit)
(Sumber : Instagram @harjonosigit)
(Sumber : Instagram @harjonosigit)
(Sumber : Instagram @harjonosigit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *