ReviewSemua Artikel

Kafe Unik Penuh Barang Antik dan Menarik

Dirasa tidak begitu menyenangkan selalu berada dalam sangkar. Padahal saat ramai aktivitas di luar tak jarang diri ini mengeluh ingin rasanya di rumah saja untuk sekedar malas-malasan. Pandemi ini membuat pikiran jadi berangan-angan untuk melabuhkan kaki guna melakukan liburan. Banyak yang kangen dengan aroma di dalam pesawat saat akan pergi ke kota bahkan negara lain. Hati dan pikiran jadi bekerja sama membayangkan tubuh ini keliling dunia, ya kalau tabungan tidak cukup bisa keliling Indonesia saja. Salah satu kota yang sering didatangi pengunjung ialah Kota Malang. Malang tak pernah tidur, karena ramai wisatawan lokal dan non lokal.

Jika berkunjung ke Malang, kamu bisa melihat di kanan-kiri jalan ada beragam kafe atau tempat nongkrong anak muda. Tempat-tempat nongkrong ini sering juga didatangi golongan berumur lebih tua dari anak muda yang sering berkunjung. Kafe yang disajikan juga memiliki khasnya masing-masing dengan beragam tema yang bisa kamu temukan.

Salah satu tempat duduk dan bercanda yang bisa kamu temukan di Kota Apel ini ada di Jalan Tata Surya No. 2, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru. Loe Mien Toe, disebut warga sekitar sebagai surga yang tersembunyi karena untuk dapat masuk ke kafe ini harus melewati padatnya rumah masyarakat sekitar. Tempatnya unik karena mempadu-padankan nuansa Cina-Jawa.

© instagram.com/joe_the_outlaws (diakses pada 4/4/2020)

Kafe ini dimiliki oleh Bowo Wasito dan dikelola oleh anaknya, Anita Dyani, sedari tahun 2014. Kafe ini akan menyambutmu dengan dua patung singa dan di halamannya ada pohon kamboja. Pintu masuknya memiliki tirai serta dihiasi lampion merah khas Tionghoa. Pada bagian pintu juga terdapat papan bertuliskan Roemah Coffee Loe Mien Toe yang ditemani huruf Mandarin.

Baca juga :  Jangan Sampai Kudet, Ini Dia Jenis-jenis Karpet

Kafe ala Jawa-Tiongkok ini memang terlihat seperti rumah. Bowo bercerita pada Kompas bahwa harga sewa tempat di Malang cukup melejit hingga ia berpikir untuk menggunakan lahannya sendiri. Tak dsisangka, sang Ayah juga ternyata seorang arsitek. Dari luar tampak sempit, tapi jika sudah masuk ke dalam rasanya tempat ini sangat luas.

“Loe Mien Toe itu sebenarnya diambil dari kata lumintu yang artinya dalam bahasa Jawa, sedikit-sedikit lama-lama jadi banyak,” kata Bowo pada KompasTravel. Lumintu juga bisa diartikan terus menerus atau tidak pernah berhenti. Jika disangkut-pautkan dengan dunia usaha, maka dapat memiliki arti selesai pekerjaan satu akan datang pekerjaan lain. Rezeki atau laba terkait bisnis akan terus mengalir.

© instagram.com/anna_soetjipto (diakses pada 4/5/2020)

Setiap sudut tempat nongkrong yang satu ini memang dihiasi banyak barang antik. Bowo merupakan kolektor barang antik sejak tahun 1980-an. Ia mendapat beragam barang antik dari berbagai daerah. Barang koleksinya memang bernuansa Jawa-Cina. Anita menyampaikan pada Kumparan bahwa kafe ini ingin memberikan kesan berbeda dengan menonjolkan perpaduan budaya Jawa dan Cina, serta dibalut dengan kesan vintage. Kesan vintage juga ketara terasa karena kehadiran barang-barang kuno.

Baca juga :  Vertical Garden Solusi Tepat Untuk Lahan Sempit

Unsur Cina di sini dapat dirasa melalui adanya tulisan Mandarin, pajangan foto, dan ruangan yang didominasi warna merah. Ada pula patung-patung khas Tiongkok yang dipajang. Untuk unsur Jawanya bisa dilihat dari perabotan meja-kursi dan lampu dengan desain klasik. Ada pula pajangan lain seperti ukiran khas Jawa, lukisan wayang, dan lainnya.

© instagram.com/yohanesbr (diakses pada 4/5/2020)

Hal unik lain dari kafe ini adalah tidak diputarnya lagu untuk menemani kafe yang buka dari jam 13.00 sampai 00.00 WIB. Anita menjelaskan pada KompasTravel, “Kafe ini tidak ada musiknya, karena cari kafe berisik di Malang itu gampang tetapi cari kafe yang hening itu susah. Lagipula musiknya juga kalah dengan suara air sungai.” Tepat di bawah Loe Mien Toe memang ada aliran Sungai Brantas. Hal itu juga yang membuat kafe terasa sejuk dan tidak memerlukan air conditioner.

Jika nanti pandemi ini berakhir dan kamu kembali aktif kuliah. Pasti tugas juga akan datang menyerbumu. Apabila jenuh untuk mengerjakan tugas itu di rumah atau di kamar kos, maka kamu bisa mencoba kafe Loe Mien Toe yang ditemani live music dari aliran Sungai Brantas yang menenangkan. Ketimbang hadir di kafe yang penuh lagu atau ada band yang sedang akustikan di sana dan membuatmu tidak fokus, bukankah lebih baik berkunjung ke Loe Mien Toe?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *