BiografiSemua Artikel

Pejabat Publik Sekaligus Arsitek Diembat Gubernur Jawa Barat

Coba lihat televisi sekarang. Lihat berita-berita yang ditayangkan setiap harinya. Hampir selalu membahas Covid-19. Corona Virus 2019 yang sudah menempeli ribuan orang di Indonesia, yang sudah membunuh ratusan orang di Indonesia. Pembahasan mengenai berita itu membuat sebagian orang panik dan takut, termasuk aku yang sekarang hanya bersarang di rumah untuk mematuhi anjuran di rumah saja. Tak jarang kulihat wajah politikus bertengger di layar kaca stasiun televisi yang sedang kutonton. Menjelaskan apa yang terjadi serta memberi masukan ke warganya. Mereka juga sering kali memohon kepada rakyatnya agar tetap di rumah supaya kamu tidak terjamah oleh virus yang katanya tidak ramah.

Presiden, walikota, bupati, dan gubernur jadi beberapa pejabat negara yang sering memamerkan wajahnya di sana. Seperti Gubernur Jawa Barat yang sekarang sedang menjabat, Ridwan Kamil. Ada salah satu berita yang awalnya membuatku tertarik dengan dirinya. Tangguh Langit Mahajuna, anak berumur tujuh tahun yang sempat tinggal di kediaman Ridwan Kamil. Ridwan mengizinkan untuk menetap di tempatnya karena kedua orangtua Tangguh positif Covid-19. Sebulan menginap di sana, Tangguh dapat berita bahagia. Orangtuanya kembali sembuh dan dapat berkumpul kembali dengan dirinya.

Salah satu kebaikan mungil yang dimiliki seorang gubernur dapat berdampak kepada kebahagiaan anak kecil. Dibalik kelembutan itu, ada kehebatan yang melekat pada Ridwan Kamil. Kang Emil, begitu ia sering disapa, ternyata seorang arsitek. Emil sempat menjalakan kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Arsitek. Hasil melaksanakan studi di ITB selama lima tahun membuatnya menjadi arsitek yang memiliki beberapa karya besar.

Gubernur Jawa Barat ini memiliki nama lengkap Mochammad Ridwan Kamil dan lahir di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 4 Oktober 1971. Sedari kecil, Kang Emil dikenal sebagai pribadi yang cerdas dan aktif. Ia juga dibilang sebagai anak yang punya imajinasi tinggi. Putra dari Dr. Atje Misbach, S. H dan Dra. Tjutju Sukaesih ini dianggap pekerja keras dan sudah punya bakat untuk berusaha sejak muda.

Baca juga :  Han Awal-Yori Antar, Dua Arsitek Andal yang Bersinar

Kang Emil menghabiskan masa mudanya di Bandung. Dari sekolah dasar hingga mendapat gelar S1. Ia mengemban ilmu di SDN Banjarsari III, SMPN 2, SMAN 3, dan ITB. Gelar S1 jurusan Teknik Arsitek itu ia dapat saat berusia 24 tahun. Saat berkuliah di ITB, Kang Emil aktif dalam mengikuti kegiatan mahasiswa. Lalu ia melanjutkan lagi ilmunya untuk melaksanakan S2 di University of California, Berkeley, Amerika Serikat. Kali ini Emil menuntut ilmu dibiayai beasiswa. Program studi yang diambil masih berkaitan dengan arsitektur, yaitu Master of Urban Design, College of Enviromental Design.

Tak butuh waktu lama untuk Emil mendirikan usaha usai dari S2-nya di Amerika. Di tahun 2004, Ridwan Kamil mendirikan Urbane. Urbane ialah perusahaan yang berkaitan dengan bidang jasa konsultan perencanaan, arsitektur, dan desain. Emil dengan segala kerja kerasnya membuat Urbane dipandang sampai ke luar negeri. Hasil proyek internasional dari perusahaan ini seperti Syria Al-Noor Ecopolis di Syria, Suzhou Financial District di China, dan Marina Bay Waterfront Master Plan di Singapura. Urbane meraih beberapa penghargaan seperti Building Construction Information (BCI) Asia Award, penghargaan internasional yang disambet selama tiga tahun berturut-turut (2008, 2009, dan 2010). Lagi, pada tahun 2009, BCI Green Award dianugerahkan kepada Urbane untuk proyek Rumah Botol Ridwan Kamil.

Salah satu karya Kang Emil ialah Rumah Botol miliknya. Rumah ini dibangun dengan tema courtyard house. Yang membuatnya jadi tidak biasa adalah ada 30 ribu lebih botol bekas yang dipakai untuk membangun rumah ini. Botol tersebut dipakai di bagian eksterior juga interior rumah. Bangunan ini digadang sebagai rumah ramah lingkungan karena dapat menghemat energi sebab tidak perlu pendingin ruangan. Hal itu dikarenakan panas matahari akan terperangkap di dalam botol. Botol-botol ini juga bisa dipakai sebagai penerang ruangan di siang hari. Matang-matang dipikirkan desainnya, manfaatnya, dan efeknya, pantas saja penghargaannya ada banyak.

Baca juga :  Arsitektur Wanita Muda dengan Segudang Karya
Rumah Botol Ridwan Kamil di Bandung Foto: Instagram/@yulichowati (kumparan.com)

 

Masjid Al-Safar di rest area km 88 Foto: Cornelius Bintang/kumparan (kumparan.com)

Karya mantan Wali Kota Bandung ini juga sempat ada yang viral lantaran identik dengan iluminati. Masjid Al Safar digadang-gadang punya banyak bentuk segitiga dan dituduh menyerupai bentuk yang identik dengan iluminati. Hal itu tentu dibantah Kang Emil, karena sebenarnya bentuknya bukan segitiga melainkan trapesium. Masjid lain yang pernah didesain oleh Ridwan Kamil ada di daerah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Diberi nama Masjid Al Irsyad. Masjid ini punya bentuk bangunan yang artistik dan dibangun berbentuk kubus. Emil mengaku karyanya ini terinspirasi oleh bentuk Ka’bah di Mekkah. National Frame Building Association waktu itu membuat kategori Building of The Year 2010 dan Masjid Al Irsyad masuk menjadi salah satu dari lima bangunan yang masuk dalam kategori itu.

Masjid Al Irsyad © Emilio Photoimagination (archdaily.com)

Mahakarya lain dari Ridwan Kamil adalah Museum Tsunami Aceh. Dibuat tempat ini untuk mengenang korban yang termakan arus tsunami saat kejadian tahun 2004 silam. Dalam museum ini terdapat empat lantai dan memiliki dinding lengkungan yang dihiasi relief geometris. Jika diperhatikan lagi, pada bagian dinding ada nama-nama korban tsunami Aceh tersebut. Selain itu, terdapat berbagai foto-foto, diorama, dan kisah korban yang menceritakan seberapa menakutkan kejadian mengerikan itu.

Museum Tsunami Aceh (Dok. Sengpaku.co.id)

Satu pemikiran pada “Pejabat Publik Sekaligus Arsitek Diembat Gubernur Jawa Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *