ReviewSemua Artikel

Brawijaya Edupark, Manfaatkan Ruang Taman Wisata Di Tengah Kota

Suatu kota tak akan lengkap tanpa kehadiran suatu pemanfaatan ruang yang diberi nama taman. Di beberapa tempat di Indonesia, taman mengusung konsep mengenang suatu peristiwa atau monumen seorang pahlawan yang telah berjasa kepada bangsa Indonesia. Namun tidak untuk Brawijaya Edupark. Menurut jurnal dari Pola Pemanfaatan Ruang Brawijaya Edupark, edupark atau taman edukasi merupakan suatu sarana atau media bagi anak-anak usia sekolah dasar untuk memiliki rasa ingin tahu terhadap keilmuan atau sains sehingga memiliki motivasi untuk mempelajarinya. Di Malang, Jawa timur, terdapat salah satu taman edukasi yaitu Brawijaya Edupark. Taman ini menggunakan metode “Fun Learning Through Playing”. Taman ini juga berencana untuk mengembangkan sebuah High “Quality Edupark” sebagai sarana pengembangan pendidikan anak informal di luar sekolah untuk meningkatkan kepedulian orangtua terhadap pembentukan karakter anak. Brawijaya Edupark sendiri terletak di Jl. Kahuripan No.1, Klojen, Kota Malang. Yang merupakan salah satu taman wisata yang terletak di tengah Kota Malang. Brawijaya Edupark adalah salah satu taman rekreasi yang ada di pusat Kota Malang. Taman wisata ini dulunya bernama Taman Senaputra yang dikenal sebagai taman rekreasi budaya. Taman wisata yang memiliki luas lahan 2,25 hektar ini berdiri pada tahun 1968 hingga terjadinya sengketa lahan antara pemilik Senaputra dengan Kodam V Brawijaya pada tahun 2012. Kemudian, Kodam V Brawijaya unggul dalam keputusan sidang Mahkamah Agung untuk menempati lahan taman wisata tersebut. Pada tahun 2013 Senaputra tutup dan taman rekreasi ini tidak beroperasi lagi.

Baca juga :  Alun-alun Merdeka Malang, Titik Kumpul Yang Kini Tengah Malang
ngalam.co (MESIKAPW)

 

sharetheenjoyment.blogspot.com (aminahmustika)

Berbicara Fun Learning Through Playing, kalimat tersebut merupakan tagline yang diusung oleh pihak Brawijiya Edupark sendiri yang dimaksudkan dengan memanfaatkan lahan yang ada dengan area permainan yang dapat dinikmati oleh anak – anak namun juga sekaligus dengan pembelajaran untuk anak – anak tersebut, tak heran bila banyak anak tingkat taman kanak – kanak hingga sekolah dasar yang menggelar program belajar mengajarnya di Brawijaya Edupark ini. Pemanfaatan yang cukup menarik bila dilihat dari lingkungan sekitar Brawijaya Edupark, walau memang banyak taman yang berada di sekitarnya tak ada yang menggunakan metode ini untuk pengembengan dari sebuah taman, terlebih untuk kedepannya pihak pengelola ingin mengembangkan taman ini menjadi “High Quality Edupark” menyusul Jatim Park Group yang telah mengusung tema tersebut.

suryamalang.com (Mochammad Rifky Edgar Hidayatulla)

Dilihat secara tata lokasi Brawijaya Edupark sangat diuntungkan, terlebih akhir pekan. Oleh karena itu pengembangan dari taman Rekreasi ini sungguh sangat perlu dilakukan. Dari segi tata letak area taman wisata cukup membuat pengunjung tidak kebosanan karena dalam satu area terdapat banyak wahana wisata walaupun belum semodern Jatim Park Group, seperti adanya kolam renang dengan ember besar yang akan tumpah dengan interval waktu tertentu sesuai dengan penuhnya kapasitas air pada ember itu, lalu juga ada kolam renang khusus orang dewasa yang bisa dimanfaatkan untuk berolahraga karena dari segi kedalaman dan panjang dari kolam tersebut sudah memumpuni. Selain sektor kolam renang di Brawijaya Edupark terdapat wilayah yang dikhususkan untuk wisata kuliner karena terdapat beberapa jajanan bahkan makanan yang dijajakan di area tersebut. Menengok agak ke dalam terdapat panggung yang biasa digunakan untuk pementasan seni ataupun pertunjukan lainnya. Bila dilihat secara fasilitas dan pemanfaatan ruang yang terdapat di Brawijaya Edupark ini sangat cukup untuk menghibur bila dilihat dengan letaknya yang berada di pusat Kota Malang. Pun juga selain menjadi wahana hiburan, taman ini dapat menjadi tempat edukuasi yang bagus bagi anak – anak karena terdapat Museum 3D Art Trick dan juga bangunan-bangunan baru itu berupa replika bangunan seperti rumah tradisional Jawa, rumah kuno zaman penjajahan Belanda, rumah yang hancur karena tertimpa roket, rumah sederhana, penjara, dan rumah terbalik. Selain untuk narsis atau berfoto – foto ria kita dapat belajar dari wahana yang ada.

Baca juga :  Sejarah Gedung Batu Klenteng Sam Poo Kong

Jadi tunggu apalagi? Cukup Rp 10.000,00 saja untuk masuk ke Brawijaya Edupark di setiap harinya, namun sayang Taman ini hanya buka hingga pukul 15.00 WIB saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *